DomaiNesia
DomaiNesia

Gegara tak keluarkan plasma, aliansi masyarakat sipil Rohil berencana ambil alih lahan. kebun PT. Salim Ivomas

  • Bagikan

Ujung tanjung — Polres Rokan Hilir menjadi penengah dalam rapat mediasi terkait adanya rencana aksi pengambilalihan lahan PT. Salim Ivomas Pratama, Tbk oleh Aliansi Masyarakat Sipil Kabupaten Rokan Hilir. Rapat mediasi digelar di Aula Patriatama Polres Rokan Hilir. Jumat (27/8/202) Sekira pukul 10.00 Wib.

Turut hadir dalam rapat mediasi tersebut Bupati Rokan Hilir diwakili oleh Asisten I H. Ferry Farya. M Si, Kapolres Rohil di wakili oleh Waka Polres Kompol Hotmartua Ambarita, SH, SIK, MH, Dandim 0321 diwakili oleh Danramil Bagan Sinembah Kapten Mendrofa.Pihak BPN, Perwakilan DLH, Dishutbun, BPKAD dan Disnakertrans serta perwakilan Aliansi Masyarakat Sipil.


Bantu Subscribe Channel Kami ya....

Penyampaian ini dikatakan Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasubbag Humas AKP Juliandi SH, Bahwa rapat mediasi diadakan Ke Polres Rokan Hilir dikarenakan adanya permintaan dari Aliansi Masyarakat Sipil yang sebelumnya menggelar pertemuan kepolres pada Selasa (24/8/2021) kemarin .

Pertemuan tersebut terkait rencana aksi masyarakat yang akan menduduki lahan milik PT. Salim Ivomas Pratama, Tbk dengan tuntutan agar perusahaan segera mengeluarkan kebun Plasma sebesar 20 % dari luas lahan HGU perusahaan. Jelasnya AKP Juliandi SH.

Jadi, dalam rapat mediasi hari ini. Waka Polres Rokan Hilir Kompol Hotmartua Ambarita, SH, SIK MH mewakili Kapolres Rokan Hilir menyampaikan agar dalam pelaksanaan mediasi ini kiranya dapat menyelesaikan permasalahan yang ada, dimohon kepada seluruh peserta dalam penyampaian pendapat, argument maupun jawaban agar dalam bahasa yang santun.

Sedangkan dari Pihak Aliansi Masyarakat Sipil M. Ikram dalam rapat tersebut mengajukan dua pertanyaan kepada pemerintah daerah mengenai kewajiban perusahaan PT. Salim Ivomas Pratama, Tbk untuk memberikan 20 % dari luas HGU sebagai Plasma kepada masyarakat sekitar dan diminta Pihak BPN untuk melakukan pengukuran ulang terhadap luas lahan HGU perusahaan.

Sementara itu pemerintah kabupaten Rokan Hilir yang diwakili pihak Dinas Ketahan Pangan dan Perkebunan Rokan Hilir yang disampaikan Veri Verdinal bahwa berdasarkan UU No. 39 tahun 2014 tentang perkebunan, Permentan No 5 tahun 2015 menyampaikan bahwa setiap perusahaan perkebunan yang berbadan hukum wajib menfasilitasi kebun seluas 20 % dari HGU.

Dijelaskan juga dari Pihak BPN menyampaikan berdasarkan Permen ATR No 7 tahun 2017 tentang tata cara pengajuan HGU dan Surat Edaran MenBPA No 11 tahun 2020 tentang perusahaan wajib membangun kebun masyarakat dan terkait pengukuran ulang luas lahan HGU perusahaan itu kewenangan BPN Pusat bagi pemohon dikenakan PNBP (Biaya).

Sementara jawaban dari Perwakilan PT. Salim Ivomas Pratama, Tbk, M. Shevy menyampaikan bahwa kewajiban Plasma sebesar 20 % itu wajib bagi perusahaan pemegang IUP setelah tahun 2017, PT. Salim Ivomas Pratama, Tbk merupakan perusahaan terbuka yang saham kepemilikannya diperjual belikan di bursa efek, perusahaan juga terdaftar di OJK sehingga semua administrasi perusahaan yang berhubungan dengan perizinan dapat diakses dengan mudah oleh siapapun.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto mengatakan rapat yang digelar di mapolres Rohil ini adalah salah upaya kepolisian dalam menengahi perselisihan ditengah masyarakat,

“tujuan rapat mediasi ini sebagai langkah penyelesaian permasalahan dan merupakan wujud pelayanan Polri khususnya Polres Rokan Hilir kepada masyarakat dan juga pihak perusahaan jika adanya konflik. Pungkasnya.(ind)



banner
  • Bagikan
DomaiNesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//cdrvrs.com/4/3802902