Dituduh Jual Lahan Tora, Penghulu Bunsur Khaidir: Itu Berita Fitnah dan Tidak Benar, Apalagi Jual Belinya Ada Jangka Waktu


SIAK – Terkait adanya pemberitaan yang tak mendasar terhadap dirinya yaitu telah melakukan jual beli lahan TORA, oleh salah satu media online, maka Penghulu Bunsur Khaidir membantahnya dan mengatakan bahwa itu fitnah dan tidak benar.

 

Sebagaimana disampaikan oleh Khaidir pada Senin (1/4/2024) selaku Penghulu aktif di Kampung Bunsur saat ini, kepada awak media ini mengatakan bahwa berita tersebut merupakan fitnah, tidak mendasar dan tidak masuk akal sama sekali, apalagi jual belinya selama 25 tahun.

 

” Terhadap adanya pemberitaan yang menuduh Sayo telah jual belikan lahan TORA di Kampung Bunsur, itu merupakan berita yang tak mendasar dan fitnah, hal itu tidak benar adanya. Apalagi didalam berita tersebut jual lahannya memakai rentang waktu selama 25 Tahun pula,” Ucap Khaidir.

 

Khaidir melanjutkan kalau menjual lahan TORA itu bukanlah kewenangan dirinya karena lahan TORA sudah ada pemiliknya dan SHMnya pun sudah terbit, jadi tidak masuk akal kalau dirinya menjual lahan TORA kepada pihak lain.

” Lahan TORA ini kan sudah ada pemiliknya dan SHMnya pun sudah terbit, jadi tak mungkinlah Sayo bisa menjual lahan tersebut. Kemudian Sayo menilai kalau tuduhan pado pemberitaan yang ado itu didasarkan atas adanya orang-orang yang sakit hati sajo dan hendak menjatuhkan nama baik Sayo,”Imbuh Penghulu Khaidir melanjutkan dengan logat melayunya.

 

Kemudian menanggapi photo yang beredar, Khaidir mengatakan kalau photo itu merupakan bentuk kerjasama pengelolaan dan pemanfaatan lahan TORA bukan jul beli lahan.

 

“Perlu jugo Sayo jelaskan, bahwa photo yang beredar itu adalah bentuk kerjasama pemanfaatan dan pengelolaan lahan TORA saja, bukan dalam konteks jual beli lahan, dan kerjasama itupun langsung antara pemilik SHM lahan TORA dengan pihak terkait,” tutupnya.(Tim)

Ayo Berikan Rating Terbaik pada tulisan ini 🙂
Baca Juga  Peningkatan peran serta masyarakat MPA Paralegal solusi permanen pencegahan Karhutla

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *