Sosialisasi Pengenalan Dan Pemanfaatan Tanaman Apotek Hidup Di Kampung Rawang Kao Barat

Sosialisasi Pengenalan Dan Pemanfaatan Tanaman Apotek Hidup Di Kampung Rawang Kao Barat
Sosialisasi Pengenalan Dan Pemanfaatan Tanaman Apotek Hidup Di Kampung Rawang Kao Barat

LUBUK DALAM-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata kelompok 61 Universitas Muhammadiyah Riau melakukan sosialisasi pengenalan dan pemanfaatan tanaman apotek hidup di Kampung Rawang Kao Barat, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Senin ( 16 / 9/ 2022).

Pada sosialisasi ini Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata(KKN) kelompok 61 mengundang Penghulu, Kerani, Ketua PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), dan ibu – ibu KWT ( Kelompok Wanita Tani) kelompok Seroja Indah dan Kelompok Khairunnisa.
Indonesia kaya akan rempah – rempah dan tanaman apotek hidup yang memiliki banyak manfaat. Selain digunakan untuk bahan masakan, tanaman apotek hidup juga memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Seperti hal nya temulawak dan jahe merah yang memiliki manfaat untuk meningkatkan imun tubuh.

Tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa mitra tentang pemanfaatan pekarangan untuk tanaman apotek hidup dan berbagai khasiatnya serta untuk menambah pengetahuan tentang tata cara penanaman tanaman apotek hidup.
Kegiatan ini dimulai dari berkerja sama dengan KWT ( Kelompok Wanita Tani) Seroja Indah dan Khairunnisa, dengan memberikan 14 jenis bibit tanaman apotek hidup untuk ditanam di lahan masing – masing kwt.

Untuk jenis tanaman apotek hidup yang di tanam di lahan KWT ( Kelompok Wanita Tani) Seroja Indah dan Khairunnisa antara lain jahe, kunyit, serai, lengkuas,temulawak,lempuyang, kumis kucing, mahkota dewa,kencur, lidah buaya, jahe merah, kunyit putih, kunyit bolai, cocor bebek, sirih.Apotek hidup merupakan obat tradisional karena bersifat alami dan juga memiliki efek samping yang sedikit di banding dengan obat – obatan modern
Masyarakat biasanya memanfaatkan obat tradisional atau herbal untuk mencegah, menyembuhkan, serta meningkatkan kesehatan ( harbie, 2015). Menurut Ningsih (2015) beralihnya masyarakat kepada obat tradisional karena harga lebih murah, bahan lebih mudah di dapatkan bila di tanam sendiri, dan umumnya satu tanaman memiliki efek farmakologi lebih dari satu sehingga bermanfaat untuk pengobatan penyakit degeneratfe dan metabolig.

Baca Juga  PPK Dan Relawan Demokrasi Lakukan Sosialiasi Pencoblosan

Pada sesi akhir kegiatan sosialisasi pengenalan dan pemanfaatan tanaman apotek hidup dilakukan penyerahan sertifikat partisipan dari Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 61 kepada perwakilan KWT ( Kelompok Wanita Tani) Seroja Indah dan Khairunnisa.(rls)

Ayo Berikan Rating Terbaik pada tulisan ini 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *