2 Remaja Meninggal, Hikatama Minta Pihak Pengelola Chack and Recheck Manajemen keamanan Lalu Lintas di Flyover

Pekanbaru, Mandiripos.com – Kecelakaan maut kembali merenggut korban jiwa peristiwa ini terjadi di atas Fly Over Sp. Nangka Pekanbaru, Kamis 1 Desember 2022 sekitar pukul 21 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat arus lalu lintas sedang padat.

Kecelakaan yang melibatkan antara pengguna sepeda motor roda 2 dan roda 4 sempat sempat terekam cctv pengawas di kawasan perempatan simpang tersebut dan vidioanya sempat beredar dimedia sosial.

Bantu Subscribe Channel Kami ya....

Mengutip dari Liputan 6. com Pekanbaru, Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru Komisaris Birgitta Atvina Wijayanti membenarkan kecelakaan lalu lintas ini.

“Keduanya diduga berhenti di atas jembatan dan duduk di sepeda motor,” kata Birgitta, Jumat (2/12/2022).

Birgitta menyebut kecelakaan lalu lintas ini dalam penyelidikan unit laka lantas Polresta Pekanbaru. Pengemudi mobil, MA, sudah diminta keterangan awal.

“Adapun korban adalah Ferdiansyah Prasetia Husada (15) dan Keysyah Arika (14), keduanya meninggal dunia,” kata Birgitta.

Menanggapi hal tersebut Ir. Yan Husnedi Ketua Bid. Promosi dan Sosialisasi Keselamatan Transportasi DPP. Himpunan Keselamatan Transportasi Masyarakat (HIKATAMA) yang dihubungi melalui sambungan telpon selular, Saptu, 3 Desember 2022, menyampaikan perihatin atas kejadian tersebut karena kecelakaan lalu lintas terus berulang dan banyak menimbulkan korban jiwa.

“ Kita keluarga besar HIKATAMA prihatin atas peristiwa tersebut karena masih ada saja kecelakaan lalu lintas terjadi disekitar kita dan apalagi yang meninggal ini usianya masih remaja antara 14 sd 15 tahun, ini sangat memilukan” tutur yan Husnedi.

Yan Husnedi melanjutkan kejadian tersebut tentu harus didalami akar permasalahannya termasuk sebab akibat bukan sekedar dilihat dari sisi pengendara dan korban saja tapi faktor lain juga perlu dianalisa agar kedepannya dapat jadi bahan evaluasi untuk perbaikan.

Baca Juga :   Eksis saat Pandemi Covid-19: Media Berdaya, Disabilitas Berjaya

“Tidak berhenti siapa salah dan benar, tapi coba lihat kembali dari aspek teknisnya perlu dicek dan ricek apakah Flyover tersebut sudah memenuhi syarat keamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan apa belum. Misalnya lebar jalan dan garis pemisah apakah sudah sesuai standar, ketinggian pagar pelindung, penerangan serta rambu – rambu peringatan bagi pengendara apakah sudah terpasang”.

“Aturanya diatas flyover itukan kendaraan tidak boleh stop kecuali darurat, nah ini kenapa ada orang bebas berhenti disana, bahkan jadi ajang nongkrong bagi muda – mudi sekedar menghabiskan waktu, hal semacam ini harusnya masuk dalam catatan untuk dilakukan mitigasi”. tutur Yan Husnedi.

Sembari mengakhiri pembicaraan Yan mengatakan solusi jangaka pendek pihakya meminta Instansi berwenang untuk segera memasang rambu dilarang berhenti / stop bagi pengendara yang melintas di sepanjang flyover tersebut serta melakukan pengawasan secara rutin.

“Guna meminimalisir kejadian serupa tidak terulang lagi, perlu segera dipasang rambu peringatan / larangan berhenti disepanjang flyover tersebut disertai dengan pengawasan yang dilakukan secara rutin agar masyarakat juga memahami aturan yang sudah dibuat serta kami menghimbau pada masyarakat khususnya kaula muda untuk tidak lagi berhenti atau sekedar berswaphoto disana karena tidak aman”.tutup Yan Husnedi

Dikutip dari Kompas.com berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, jumlah korban kecelakaan lalu lintas pada periode tahun 2010-2020 berkisar antara 147.798 – 197.560 jiwa. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia berkisar antara 23.529 – 32.657 jiwa.

Pada tahun 2020 angka kematian mencapai 23.529 jiwa, atau setara dengan tiga jiwa meninggal dunia per jam.

Berdasarkan kategori usia, korban meninggal dunia didominasi usia produktif oleh kategori usia 15-34 tahun dan di posisi kedua adalah kategori usia 35-60 tahun. (BD)

Baca Juga :   Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, SE MM Kukuhkan HIKATAMA Kepualan Riau Priode 2022-2027








Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *