DomaiNesia
DomaiNesia

HIKATAMA : Praktik Kendaraan ODOL Dapat dijadikan Musuh Bersama

  • Bagikan

Pekanbaru, Bertempat di Riyan Cafee n Resto Pekanbaru dilaksanakan kegiatan Diskusi yang bertajuk “Arah dan Peranan HIKATAMA dalam bingkai Organisasi”.(26/09/21).

Diskusi yang dilaksanakan secara Daring itu diikuti peserta yang berasal dari organisasi Profesi, asosiasi transportasi, akademisi serta komunitas keselamatan transportasi jalan yang berada didalam maupun diluar Daerah Provinsi Riau.


Bantu Subscribe Channel Kami ya....

Ditemui disela acara Sekeretaris Jenderal DPP HIKATAMA, Harmaini Wibowo mengatakan kegiatan Diskusi tersebut dilaksanakan dalam rangaka Silahturahmi sesama pengurus HIKATAMA sekaligus mengupas arah dan peranan HIKATAMA.

“Kita memanfaatkan momentum ini untuk bersilahturahmi sekaligus mendiskusikan arah dan peran HIKATAMA kedepannya, apa lagi dimasa pandemi ini semua aktivitas terbatas jadi kita buka ruang diskusi ini untuk saling bertukar fikiran sekaligus membahas isu – isu terkini”. Ujar Harmaini.

Harmaini menuturkan kembali dalam diakusi tersebut semua sepakat bahwa HIKATAMA tetap menjadi organisasi yang solid dan fokus membawa isu keselamatan transportasi. “Sebagai organisasi baru HIKATAMA memiliki arah dan tujuan yang jelas yaitu ikut berperan dalam penyelenggaraan sektor transportasi”. Tambah Harmaini.

Dalam diskusi tersebut pun membahas isu terkini pada sektor transportasi jalan. Terutama penanganan kendaraan ODOL yang masih belum terselesaikan.

Menanggapi hal tersebut Harmaini menekankan bahwa praktik angkutan ODOL ini sebagai kejahatan serius karena lebih banyak menimbulkan dampak negatif ketimbang positifnya bagi masyarakat sehingga layak dijadikan musuh bersama (Publik Enemy).

“Pemerintah harus berani memberikan stigma bahwa pelaku angkutan ODOL itu adalah suatu kejahatan terstruktur dan massiv sehingga dapat dijadikan musuh bersama dengan demikian seluruh komponen Pemerintah dan dibantu elemen Masyarakat dapat bersatu untuk mengatasinya, tidak berjalan sendiri – sendiri kalau tidak bersatu akan sulit diatasi”. Tutur Harmaini kembali.

Harmaini menambahkan Kecelakaan lalu lintas jalan, kerusakan komponen utama kendaraan bermotor serta keruskaan jalan sebelum umur rencana yang menyebabkan kerugian negara hampir triliunan rupiah, hal ini merupakan turunan yang ditimbulkan dari peraktik angkutan ODOL ini.

Dilain hal, Harmaini mejelaskan perlunya penguatan terhadap istrumen teknis yang dimiliki Pemerintah seperti penguatan kewenangan PPNS Perhubungan, peningkatan sarana dan prasarana Jembatan Timbang, Optimalisasi Balai Pengujian Kendaraan Bermotor di Daerah serta penyediaan Terminal Angkutan Barang berbasis asal tujuan perjalanan Barang dan Penumpang. Pada bidang Infrastruktur jalan perlunya peningkatan kelas Jalan sesuai asal tujuan perjalan barang. “Instrumen tersebut harus terintegrasi dalam satu sistim sehingga tata kelola pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga bila ingin memerangi ODOL ini sejata kita sudah siap”. Tutup Harmaini yang juga alumnus Magister Teknik Sipil Undip ini.

Senada hal tersebut Ketua DPW Organda Riau, M Nasir yang ikut dalam diskusi tersebut sangat mendukung keberadaan HIKATAMA sebagai suatu organisasi yang peduli dengan keselamatan lalu lintas Jalan.

“Saya kira misi HIKATAMA ini sangat baik dan harus didukung menjadi organisasi yang profesional, mampu melahirkan gagasan untuk perbaikan keselamatan transportasi kedepannya” untuk masalah ODOL ini saya menyarankan kepada Pemerintah harus lebih jeli melihat akar permasalahan karena banyak aspek dan kepentingan baik yang menyangkut ekonomi, sosial dan sebagainya yang ada didalamnya, terutama terkait dengan tarif angkutan yang masih belum seragam dan belum berpihak kepada pengusaha angkutan barang. Tutup M. Nasir. (BD)

Ayo Berikan Rating Terbaik pada tulisan ini 🙂


banner
Ayo Berikan Rating Terbaik pada tulisan ini :)
  • Bagikan
DomaiNesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//dooloust.net/4/3802902