Rahma, bocah SD asal Rohil jadi korban bulying di Inhil menderita cidera yang cukup serius.

Rohil66 Dilihat

Baganbatu — Berkaitan dengan adanya video yang beredar luas di masyarakat tentang kasus bulying yang menimpa Rahma Ni Rohmani, bocah berusia 11 tahun anak darii pasangan Azahari dan Siti Hajar warga dusun Balam Jaya kepenghuluan Balai Jaya Kec Balai Jaya kabuoaten Rohil yang mana kedua kakinya menghitam dan cedera serius akibat diinjak oleh teman sekolahnya sehingga bocah tersebut tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

 

Koordinator tim Sumber Rohil

Suherman M.Ks . menerangkan bahwa vidio nya yg beredar luas dibagikan masyarakat dan Netizen Indonesia adalah benar video Rahma Ni Rohmani bocah yang mengalami Korban kekerasan disekolah, akibat dipijak kaki sebelah kiri oleh teman sekolah nya.

 

” kejadian Pembulian dan Perundungan tersebut terjadi di SD negeri 003 Lubuk besar kecamatan Kemuning Indragiri Hilir Provinsi Riau bukan di sekolah yang ada di Kabupaten Rokan Hilir, “terangnya.

 

Kejadian tersebut ungkap Herman, bermula saat Rahma membersihkan ruang kelas sekolah dan melarang salah satu teman nya berinisial “F” yang sedang bermain bola di ruangan kelas. Sesaat setelah teguran yang disampaikan tersebut kaki kiri Rahma diinjak menggunakan tumit oleh Siswa lain berinisial “F”

 

“.Dan pengakuan Rahma juga bahwa yang bersangkutan juga beberapa kali mengalami Perlakuan perundungan oleh teman kelas nya.”ungkapnya.

 

Terkait informasi yang berkembang tersebut di atas Herman juga sudah menjelaskan hal tersebut kepada wakil bupati Rohil bapak Jhoni Charles dan Kapolres Rohil melalui Kasat intel Polres Rohil .

 

“Jadi pastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak termakan berita Hoaks. Kasus rahma jdi pelajaran untuk kita semua , karena luka yang di alami Rahma sangat serius, kami dari tim sumber Rohil akan mengawal dan memperjuangkan Hak hak Rahma agar Rahma mendapatkan Keadilan, “Jelasnya.

Baca Juga  Rawan Karlahut, Rohil Tetapkan Status Siaga Darurat Karlahut

 

Terakhir Herman mengatakan bahwa video tersebut menjadi pelajaran bagi kita semua agar seluruh sekolah dan orang tua siswa lebih peduli dan memperhatikan anak-anak didik saat disekolah dan org tua juga hrus memiliki peran aktif terkait hal ini,

 

“Kita tidak mau ada lagi Rahma Rahma baru yang mengalami hal serupa yang dapat merenggut masa depan anak, Pungkasnya. (Ind)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *