Baganbatu — Hari pertama masuk sekolah setelah libur menyambut puasa ramadhan, jagat Maya dipenuhi dengan postingan yang mengkritisi porsi makanan kering dari sejumlah MBG di Bagan Sinembah sekitarnya, salah satunya adalah pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada siswa-siswi SD Al Mawaddah Jln. Sei Brantas Bagan Batu, diduga banyak dipangkas. Kondisi ini menjadi perhatian bagi berbagai pihak, terutama orang tua siswa yang khawatir akan dampaknya terhadap kesehatan dan konsentrasi belajar anak-anak.
“Porsinya kok segitu ya, sesuai nggak kemudian nilai gizinya sudah pas atau belum? Kok bisa sembrono begitu, apa tidak ada pengawasan dari pihak SPPGnya atau jangan-jangan sudah kongkalikong mereka itu, “tutur H. Sipahutar salah seorang tua murid kepada media ini, 23/02/2026 via selulernya.
Senada disampaikan pemilik akun FB Roni Uros Sinaga dalam postingan yang meluapkan kekesalan atas kuantiti menu MBG hari ini, bahkan dirinya meminta pemerintah pusat untuk menghentikan program MBD tersebut,
“Menu MBG hari ini anak SD kelas 3, Presiden Prabowo…! Berhentikan ajalah MBG ini, bagus dananya dialihkan ke pendidikan atau lapangan pekerjaan biar kami yang perbaiki gizi anak kami. Mau tanyak ma netizen berapalah kira-kira harganya ini…? Tulis Roni pada laman FB nya.
Beberapa pihak menyatakan bahwa kuantitas dan variasi jenis makanan yang diberikan tidak lagi seperti sebelumnya. Bahkan, ada juga yang mengungkapkan bahwa jadwal pemberiannya pun seringkali tidak teratur.
Salah seorang pengamat, Habib Gultom via selulernya kepada media ini mengatakan bahwa ianya juga kesal atas ulah dapur MBG yang diduga kuat bermain-main dengan anggaran MBG, bahkan dirinya juga sudah melayangkan laporan terkait dugaan penyelewengan itu, “sudah saya laporkan ke BGN itu, tinggal tunggu saja, “pungkasnya.(Ind)






