Petani Menjerit! Proyek Sumur Bor Irigasi Miliaran di Siak Diduga Asal Jadi, Padi Warga Mati

Siak2195 Dilihat

SIAK – Proyek pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah di areal persawahan Kabupaten Siak menuai sorotan tajam dari publik. Pasalnya, petani mengeluhkan keberadaan sejumlah titik pembangunan sumur bor yang diduga justru menyebabkan padi mereka mati, serta pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi.

 

Pekerjaan yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat itu diduga tidak dikerjakan secara maksimal dan jauh dari harapan para petani setempat.

 

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di areal persawahan Kampung Selat Guntung dan Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh.

 

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Rabu (1/4/2026), kondisi bangunan terlihat tidak rapi dan terkesan terbengkalai.

 

Beberapa bagian konstruksi bahkan tampak belum diselesaikan. Seperti lantai bangunan yang dibiarkan tanpa pengecoran, serta tidak ditemukan pemasangan paving block sebagaimana lazimnya proyek infrastruktur sejenis.

 

Tak hanya itu, papan informasi proyek yang terpasang di lokasi juga dinilai tidak memenuhi prinsip keterbukaan informasi publik.

 

Papan tersebut hanya mencantumkan nama desa, kecamatan, kabupaten, serta sumber dana dari APBN 2025, tanpa menyertakan nilai anggaran maupun batas waktu pelaksanaan pekerjaan.

 

Ketiadaan informasi tersebut memicu tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, beredar informasi bahwa satu titik pembangunan sumur bor lengkap dengan jaringan irigasi disebut-sebut menelan anggaran hingga miliaran rupiah.

 

Proyek ini diketahui merupakan bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera III Pekanbaru, dalam skema pembangunan Instruksi Presiden (Inpres) Tahap III.

 

Selain aspek fisik bangunan, sejumlah hal teknis juga turut dipertanyakan. Mulai dari kedalaman pengeboran sumur, kualitas air yang dihasilkan sehingga menyebabkan padi petani mati dan gagal panen, hingga masalah pemasangan pipa yang melintasi lahan milik petani.

Baca Juga  Siak Raih Opini WTP 5 Kali Berturut-Turut Atas Pelaporan Keuangan Tahun 2015 – 2019.

 

Warga menilai tidak adanya perencanaan yang matang dalam pelaksanaan proyek tersebut, air yang dihasilkan oleh sumur bor sangat asin dan berkarat serta masam. Selain itu adanya pemasangan pipa yang melintas pada lahan petani yang di duga dilakukan tanpa koordinasi yang memadai dengan pemilik lahan.

 

” Dilahan Itu padinya mati dan ada beberapa titik lagi juga mati padinya karena Air sumur bor Masin, berkarat dan Masam,”Ucap salah seorang petani di Sungai Tengah

 

Upaya konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek telah dilakukan. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak pemborong belum memberikan tanggapan.

 

Pesan yang dikirim melalui WhatsApp pribadi pemborong proyek pada Kamis (2/4/2026) terpantau belum mendapat respons, hanya centang satu.

 

Kondisi ini memunculkan harapan masyarakat agar instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan lebih lanjut, guna memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi serta memberikan manfaat nyata bagi petani.(rls)

 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *