MTS di Rohil Gelar UN Belum UNBK

 

Baganbatu,Mandiripos — Tidak semua sekolah melaksanakan ujian nasional dengan berbasis komputer seperti halnya yang belakangan ini dilaksanakan oleh sekolah-sekolah di bawah naungan kementerian Pendidikan sebaliknya sekolah yang bernaung di bawah kementerian agama pelaksanaan ujian nasional belum Berbasis Komputer dikarenakan sekolah-sekolah yang bernaung di bawah kementerian agama tidak memiliki perangkat komputer yang memadai.


Bantu Subscribe Channel Kami ya....


“Belum (ujian untuk MI, MTS dan MA..red) berbasis komputer ujian tapi Inshaallah tahun depan MTS Asyakirin sudah akan menerapkan (UNBK), ” demikian hal ini disampaikan Kepala Kemenag Rokan Hilir H. Agustiar didampingi Kepala KUA Bagan Sinembah usai meninjau pelaksanaan Ujian Nasional disejumlah sekolah MTS di wilayah kecamatan Bagan Sinembah sekitarnya, Rabu 3/5/2017 kemarin.

Ditambahkan Agustiar bahwa terkait pelaksanaan Ujian nasional diluar kewenangan kementerian agama rohil, “UN ini kan pelaksananya dinas pendidikan, “ujar Agustiar.

Dalam pelaksanaan ujian nasional tahun ini Agustiar juga berharap agar adanya peningkatan baik dari nilai ujian yang lebih tinggi dari tahu sebelumnya selain itu adanya jumlah yang lulus lebih banyak, “harapannya disamping meningkatnya jumlah kelulusan, disamping kuantitasnya kualitasnya juga meningkat, kita berharap dari hasil kelulusan tersebut anak-anak yang lulus MTS bisa melanjutkan
Madrasah Aliyah, “harapnya. ‎

Selain itu lanjut Agustiar terkait dana BOS pihaknya sudah menyalurkan satu semester penuh, ” Kita sudah salurkan dana bos sebanyak 6 bulan, aturan juga secara juknis membenarkan, “ucapnya.

Disebutkan Agustiar bahwa jumlah dana BOS yang diperuntukkan untuk madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dari sebesar 27 Milyar rupiah pertahunnya sudah tersalurkan hampir 50 persennya, ” Kalau setahun dana bos kita mencapai 27 milyar yang sudah kita salurkan 13 Milyar lebih untuk semester pertama ini diperuntukkan untuk MI sampai Aliyah, MI (Madrasah Ibtidaiyah) 800 ribu rupiah persiswa pertahun, MTS 1 juta persiswa pertahun, MA (Madrasah Aliyah) 1 juta 800 ribu rupiah persiswa perahunya, “terangnya.

Sedangkan dana BOS untuk tingkat Raudhatul Athfal (RA) kata Agustiar sumber anggarannya tersendiri diluar dari anggaran dana BOS untuk tingkat MI (Madrasah Ibtidaiyah) hingga MA (Madrasah Aliyah) dengan besaran yang berbeda, “dana BOS RA (Raudhatul Athfal) 300 ribu rupiah per siswa pertahun total 2,2 Milyar pertahun, dan untuk RA sudah kita salurkan sembilan bulan, “imbuhnya. (ind)

 

Ayo Berikan Rating Terbaik pada tulisan ini 🙂


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.