6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Cetirizine


Cetirizine adalah obat antihistamin yang umum digunakan untuk mengatasi gejala alergi, seperti bersin, hidung meler, gatal, atau mata berair. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi produksi histamin dalam tubuh yang biasanya dipicu oleh alergi. 

Cetirizine tablet menjadi pilihan populer karena kemampuannya untuk meredakan berbagai jenis reaksi alergi baik yang bersifat musiman maupun tahunan. Namun, sebelum Anda memulai pengobatan dengan cetirizine, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Sebelum mengonsumsi cetirizine, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti riwayat alergi, kondisi medis tertentu, serta kemungkinan interaksi dengan obat-obatan lain. Walau efektif, penggunaan cetirizine tanpa perhatian khusus bisa menimbulkan efek samping. Artikel ini akan membahas hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk mengonsumsi cetirizine.

1. Riwayat Alergi

Salah satu hal pertama yang perlu diperhatikan adalah apakah Anda memiliki riwayat alergi terhadap cetirizine atau antihistamin sejenis. Jika Anda memiliki alergi terhadap obat ini atau bahan-bahan yang terkandung di dalamnya, Anda sebaiknya menghindari penggunaannya. Reaksi alergi serius bisa terjadi, seperti pembengkakan pada wajah, bibir, atau tenggorokan, serta kesulitan bernapas atau gatal parah.

Jika Anda mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi cetirizine, segera hentikan penggunaan obat ini dan segera cari bantuan medis. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika Anda ragu terkait kemungkinan alergi terhadap obat ini.

2. Aktivitas yang Membutuhkan Konsentrasi

Meskipun cetirizine termasuk dalam kategori antihistamin generasi kedua yang lebih sedikit menyebabkan kantuk dibandingkan dengan antihistamin generasi pertama, beberapa orang masih bisa merasa sedikit mengantuk. Karena efek samping ini, penting untuk menghindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berat setelah mengonsumsi cetirizine jika Anda merasa kantuk atau tidak dapat fokus. 

Baca Juga  Ketua PMI Riau Datuk Syahril Abubakar Apresiasi Giat Donor Darah TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin.

3. Interaksi dengan Alkohol dan Obat Lain

Saat mengonsumsi cetirizine, penting untuk menghindari konsumsi alkohol, karena alkohol dapat memperburuk efek samping seperti kantuk. Selain itu, jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, seperti obat penenang, obat tidur, pereda nyeri opioid, antidepresan, atau relaksan otot, beri tahu dokter atau apoteker Anda. 

Hal ini karena Kombinasi obat-obatan tersebut bisa meningkatkan efek sedatif cetirizine yang berisiko mengganggu aktivitas harian Anda. Jadi, pastikan Anda memberitahukan dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi, baik obat resep, obat bebas, maupun suplemen, untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan.

4. Kondisi Medis yang Harus Diberitahu pada Dokter

Sebelum mengonsumsi cetirizine, informasikan kepada dokter jika Anda memiliki kondisi medis tertentu. Terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal atau penyakit hati, karena kondisi ini bisa mempengaruhi cara tubuh Anda memproses obat. Selain itu, jika Anda memiliki masalah dengan saluran kemih, seperti kesulitan buang air kecil, sebaiknya beri tahu dokter Anda juga.

Memberitahukan riwayat medis yang lengkap sangat penting agar dokter dapat memberikan dosis yang tepat atau mungkin memilih alternatif yang lebih aman sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

5. Kehamilan dan Menyusui

Jika Anda sedang hamil, cetirizine dianggap aman digunakan dalam dosis yang disarankan, namun selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Meskipun tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa cetirizine berbahaya bagi janin, konsultasi dengan dokter tetap sangat penting untuk memastikan keamanannya selama kehamilan.

Jika Anda sedang menyusui, perlu diketahui bahwa cetirizine dapat masuk ke dalam ASI. Walaupun risiko untuk bayi relatif rendah. Kendati demikian, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan keamanannya saat menyusui.

Baca Juga  Meninggal Terkait Covid-19

6. Usia Lanjut dan Anak-anak

Pada orang lanjut usia, efek samping seperti kantuk bisa lebih terasa. Oleh karena itu, orang yang lebih tua mungkin membutuhkan dosis yang lebih rendah dari cetirizine. Sebaiknya, orang lanjut usia memulai dengan dosis rendah dan secara bertahap menyesuaikan dosis berdasarkan reaksi tubuh.

Di sisi lain, cetirizine dapat digunakan pada anak-anak berusia 6 bulan ke atas untuk mengobati urtikaria (biduran). Namun, sangat penting untuk menyesuaikan dosis dengan usia dan bentuk sediaan obat yang digunakan.

Mengonsumsi cetirizine bisa sangat efektif untuk mengatasi gejala alergi seperti rinitis dan urtikaria. Namun, sebelum Anda mulai mengonsumsi cetirizine, penting untuk memperhatikan beberapa faktor penting, termasuk riwayat alergi, kondisi medis tertentu, interaksi dengan obat lain, serta usia dan status kehamilan. 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai cetirizine atau perlu saran terkait kondisi kesehatan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter umum melalui aplikasi Halodoc. Dapatkan konsultasi medis secara langsung dan cepat tanpa perlu keluar rumah.

Referensi

Drugs.com. (2025). Cetirizine: Uses, Dosage & Side Effects. Retrieved from https://www.drugs.com/cetirizine-hcl.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *