Prihatin dengan nasib petani di TNTN, Sutan minta bersabar dan tetap optimis


Bagansinembah – Hari ketiga reses masa sidang ke-3 tahun 2025 Anggota komisi II DPRD Riau Haji Sutan Sari Gunung, digelar pada 2 titik lokasi berbeda Kepenghuluan Gelora dan kepenghuluan Pelita, Rabu 25/6/2025.

Diawal acara reses, Sekretaris Kepenghuluan Gelora, Ismail menyampaikan keluh kesahnya tentang perangkat desa/kepenghuluan Gelora yang belum menerima honor.

“Pada kesempatan ini saya mewakili rekan-rekan saya di kepenghuluan Keluh-kesah kami nasib perangkat desa, yang belum menerima gaji termasuk ustadz-ustadz semoga kami berharap bisa bapak perjuangkan gaji kami yang belum dibayarkan itu pak, “pinta Ismail.

Kemudian daripada itu, saat mengawali sambutannya, anggota DPRD dari fraksi PKS ini menyampaikan empati yang mendalam terhadap persoalan yang menimpa ribuan petani sawit yang lahannya teridentifikasi masuk kawasan hutan lindung TNTN, ianya berpesan kepada masyarakat yang lahannya masuk dalam kawasan penertiban Satgas PKH untuk bersabar dan tetap optimis,

“Terkait hutan lindung Taman Nasional Tesso Nilo kami di DPRD banyak menggelar pertemuan dadakan membahas masalah itu, namun saran saya banyak-banyak bersabar karena itu belum final, itu masih di Satgas PKH, Bapak presiden belum mengambil keputusan, marilah kita sama-sama berdoa agar semuanya baik-baik saja dan semuanya kembali seperti sedia kala, masalah ini menimpa saudara-saudara kita segati toro jaya, bukit Kesuma sampai ke Basrah, “Tutur Haji Sutan prihatin.

Selain daripada itu, Sutan Lubis juga memaparkan tugasnya selain tugas pokok dikomisi dua, putra asli Bagan Sinembah juga ikut ditugaskan pada pansus disabilitas,

“Tugas kami di pansus disabilitas adalah untuk bagaimana memperlakukan kelompok disabilitas dengan sebaik-baiknya sebagai contoh kasus Agus, yang kita persoalkan bukan perbuatannya tapi bagaimana memperlakukannya secara manusiawi sesuai kebutuhan khususnya, mulai dari mempersiapkan bagaimana tempat mandinya, peralatan mandi, tidur makan dan lain sebagainya, dan terus mengkaji tentang bagaimana mempersiapkan produk peraturan daerah tentang disabilitas., “paparnya.

Sementara itu dalam sambutannya anggota DPRD Rokan Hilir, Fazrul Hidayat Lubis yang turut hadir dalam acara reses tersebut mengatakan bahwa untuk di kepenghuluan Gelora pada tahun ini akan mendapatkan bangunan infrastruktur sarana dan prasarana,

“Nanti di kepenghuluan Gelora tahun ini ada semenisasi yang kita anggarkan 200 juta di APBD perubahan, teknisnya tinggal dimusyawarahkan oleh warga mana yang skala prioritas, seperti tahun lalu ada kita berikan drainase, selain itu mana-mana yang menjadi kebutuhan warga, silakan Bapak/Ibu dibuat usulannya nanti kami akan upayakan merealisasikannya apa-apa yang menjadi usulan bapak ibu sekalian “Pungkasnya.(Ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *