Tekan Fatalitas Korban Kecelakaan, HIKATAMA & PT. GRAB Riau Turun Tangan

 

Mandiripos.com, Pekanbaru, Perihatin dengan kondisi keselamatan Lalu Lintas Jalan HIKATAMA & PT. Grab Riau galang kerjasama menyusun program kegiatan untuk mengedukasi driver angkutan _on line _ khususnya angkutan roda dua.


Bantu Subscribe Channel Kami ya....


Sekretaris Jenderal DPP. HIKATAMA Harmaini Wibowo yang didampingi sejumlah pengurus, Diana, Rian Permana, Budi Santoso, Yan Khusnaidi, Nopakatari lahamid serta Superyanti saat ditemui pada tanggal (16 juni 2022). Menyampaikan apresiasinya atas pertemuan tersebut guna membahas bagaimana peran serta masyarakat ikut terlibat didalam penyelenggaraan Lalu Lintas Angkutan Jalan terutama yang berkaitan dengan pemenuhan aspek keselamatan transportasi Jalan.

“Masyarakat diberi ruang untuk ikut berperan ini dijamin UU dan melalui HIKATAMA kita mencoba menuangkan gagasan dan inovasi dalam sebuah program kegiatan sebagai upaya menekan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas dan alhmdulillah hari ini kita didukung oleh opertor angkutan on line PT. Grab Riau yang kami nilai memiliki konsep manajemen keselamatan yang baik, mudah – mudahan ini bisa berkelanjutan” tutur Harmaini.

Harmaini meneruskan salah satu program kegiatan yang akan dilakukan adalah safety riding dan edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus assement untuk menilai / mengukur sejauh mana pengetahuan driver tentang aspek keselamatan berlalu lintas di Jalan Raya sehingga nantinya dapat dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan kedepannya bagi operator.

“Salah satu upaya meningkatkan keterampilan driver adalah melalui program safety riding yang terus menerus dilakukan, pengendara yang berkeselamatan itu harus mampu memahami resiko dan bahaya selama berkendara bukan hanya trampil saja, misalnya resiko tidak menggunakan helm itu dapat berakibat fatal apabila terjadi tabrakan, konsep inilah yang harus kita tanamkan kepada pengemudi dan masyarakat pada umumnya sehingga istilah menurunkan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas bukan suatu kemustahilan”

“Kami berharap program perdana ini terus berlanjut dan mendapat dukungan dari Pemerintah serta Kepolisian selaku Pembina keselamatan LLAJ. Selain itu peserta yang ikut program tersebut nantinya akan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas untuk mempromosikan serta mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat” tutup Harmaini.

Senanda hal tersebut Arison yang mewakili pihak PT. Grab meyamapaikan ucapan terimaksihnya atas masukan dari HIKATAMA, mengenai upaya memitigas keselamatan berlalu lintas dan di Grab sendiri secara manajemen sudah menerapkan prinsip pelayanan yang berkeselamatan kepada pelanggannya.

“Saya mewakili manajemen Grab Riau tentunya meyampaikan terimaksih atas banyak masukan dari jajaran HIKATAMA, bagaimanapun juga keselamatan itu menjadi prioritas kami sebagai penyelenggara angkutan orang berbasis aplikasi untuk menjamin pengemudi dan pelanggan” tutur Ari

Ari melanjutkan program safety riding untk driver itu sangat penting dilaksanakan mengingat keterampilan itu harus terus dilatih terus menerus agar driver lebih terlatih untuk menguasai dan memahami bagaimana tata cara berkendara yang aman dan selamat.

“Semangatnya adalah meningkatkan skill dan pengetahuan driver, jadi perlu ada training / latihan. Untuk tahapan awal ini, nanti kami akan siapakan 50 orang driver roda 2 yang akan mengikuti program ini mengenai waktu pelaksanaannya diperkirakan sekitar pertengan bulan Juli atau awal agustus mendatang. Ya..mudah2 an dapat terlaksana dengan baik. Tutup Ari.

Sebelumnya dikutip dari tulisan Djoko Stijowrano, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Semarang, menyampaikan bahwa tingkat presentasi fatalitas kecelakaan lalu lintas (diolah IRSMS 2021) berdasar kejadian kecelakaan selama tahun 2020, didominasi oleh sepeda motor yaitu sebesar 81 persen, kendaraan beroda empat menempati posisi kedua sebesar 8 persen, kendaraan truk menempati posisi ketiga sebesar 7 persen, kendaraan sepeda menempati posisi keempat, kemudian sisanya, sebesar 2 persen merupakan kendaraan lainnya seperti becak, cikar/delman, bajaj/bemo/bentor, kendaraan alat berat dan kereta api.

Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, jumlah korban kecelakaan lalua lintas pada periode tahun 2010 – 2O2O berkisar antara 147.798 – 197.560 jiwa. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia berkisar antara 23.529 – 32.657 jiwa. Pada tahun 2020 angka kematian mencapai 23.529 jiwa, atau setara dengan tiga jiwa meninggal dunia per jam.(BD)

4.7/5 - (77 votes)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.