BAGAN BATU, 26 Oktober 2026 — Kegiatan pemasangan pipa gas yang merupakan proyek Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di kawasan Bagan Batu memicu gelombang protes dari warga setempat. Pekerjaan yang dinilai kurang tertata ini dinilai menjadi penyebab utama kemacetan lalu lintas yang kian memburuk belakangan ini.
Kondisi jalan yang sempat lancar kini sering padat merayap setiap hari, tak terkecuali jam sibuk pagi dan sore hari. Tumpukan tanah hasil galian yang dibiarkan menumpuk di bahu jalan serta pipa-pipa besar yang diletakkan sembarangan memperkecil lebar lajur kendaraan, sehingga antrean kendaraan kerap mengular panjang.
Zulfan, salah seorang warga yang merasa sangat dirugikan, menyampaikan kekesalannya, yang menurutnya pekerjaan proyek tersebut seperti kurang perencanaan matang,
“Semenjak ada kerjaan pipa itu, jalan jadi macet parah. Peletakan pipa dan tanah galian semrawut. Apa tidak ada perencanaan ya? Kok sesukanya saja mereka bekerja,” ungkap Zulfan, Senin sore., 26/10/2026.
Angga, warga lain juga mengeluhkan keamanan dan kenyamanan berkendara. Tanah galian yang berantakan sering membuat jalan berdebu atau berlumpur saat hujan, berisiko menyebabkan kecelakaan bagi pengendara roda dua.
“Seharusnya bekas galian itu jangan dibiarkan berserakan di bahu jalan, dikumpulkanlah di tempat yang aman dan tidak menggangu pengguna jalan, “keluhnya.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Kementerian ESDM terkait keluhan masyarakat. Warga berharap pihak terkait segera:
✅ Menata kembali lokasi pekerjaan agar tidak menghalangi jalan
✅ Mengatur pengalihan arus lalu lintas yang aman dan jelas
✅ Mempercepat penyelesaian pekerjaan
✅ Melibatkan perangkat daerah setempat dalam pengawasan di lapangan
Warga berharap proyek ini tetap berjalan demi kepentingan bersama, namun pelaksanaannya tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang sudah ada lebih dulu.(Ind)







