oleh

Terkait DAS Yang Ditanami Sawit PT. SIR Arayani : Benar, Kami Sudah Lihat Langsung di Lapangan

TUALANG,Mandiripos.com- Balai Lingkungan Hidup Kabupaten Siak mengaku telah meninjau langsung Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ditanami kelapa sawit dan dikelola oleh PT. SIR, dua sungai yakni Sungai Lukut, dan Sungai Pulai di Kampung Maredan Barat, Kecamatan Tualang kini tidak lagi memiliki penyangga abrasi.

Demikian ditegaskan oleh Kabid Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup BLH Siak Ardayani pada awak media, Selasa (11/4), dari hasil peninjauan yang dilakukan bersama Komisi II DPR Siak, rombongan menyaksikan langsung perusahaan perkebunan kelapa sawit itu mengunakan DAS dua sungai itu untuk lahan tanaman sawit.

“Kami BLH Siak telah turun meninjau ke lokasi bersama Komisi III DPRD Siak, kami melihat langsung kelapa sawit ditanam hingga tepi sungai di dua sungai itu. Semua kiri kanannya sudah jadi kebun sawit,” terang Ardayani.

BLH juga telah menemui pihak PT SIR, meminta agar DAS itu dikembalikan ke fungsingsinya.

“Pihak perusahaan juga mengakui salah, namun mereka beralasan, katanya lahan itu dibeli dari masyarakat. Logikanya, kalau memang sebelumnya ditanami sawit sama masyarakat, apakah mungkin semuanya, bisa jadi ada yang sebelumnya kosong dan ditanam perusahaan,” kata Ardayani.

Atas nama institusi, Ardayani mengaku telah menegur PT. SIR. “Saat kami temui, pihak PT SIR berjanji setelah replanting nanti baru dilakukan penghijuan. Namun menurut kami tidak bisa seperti itu, harus mulai dari sekarang dilakukan penghijauan,” tegas Ardayani.

Lebih jauh, menurut ardayani, keberadaan tanaman sawit di bibir sungai itu bukan hanya mencemar dan merusak habitat di DAS, namun bisa mencemar sungai. “Kami minta perusahaan jangan memupuk dan meracun rumput di tanaman sawit yang ada di DAS itu, sebab penggunaan pupuk dan peptisida bebaha, jika hujan nanti akan terbawa air turun ke sungai,” jelas Arda Yani.

Lebih jauh, Ardayani memaparkan hasil uji lab terakhir kondisi air Sungai Siak, tergambar pencemaran didominasi dengan limbah argo industri. “Hasil uji lab tahun 2014 pencemaran didominasi limbah domestik, di tahun 2016 berubah drastis, pencemaran air sungai siak didominasi limbah argo industri, hal ini masuk akal, karena banyak perusahaan perkebunan di kiri-kanan sungai Siak, yang mana anak sungai bermuara ke Sungai Siak,” terang Arda Yani.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sekitar 200 haktar DAS dari dua sungai itu kini telah menjadi kebun kelapa sawit. Khususnya sungai Lukut yang membentang dari hulu ke hilir sepanjang 16 KM, sungai yang bermuara ke Sungai Siak ini kiri kanannya telah menjadi kebun kelapa sawit yang produktif.(f)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed