oleh

Seorang oknum anggota DPRD Siak terancam dijemput paksa

PEKANBARU, Mandiripos.com-Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Siak berinisial Is (50) terancam dijemput paksa pihak Polda Riau. Karena dua kali pemanggilan untuk dimintai keterangan sebagai tersangka tindak pidana menyerang kehormatan atau nama baik seseorang (penghinaan) yang bersangkutan mangkir.

 

“Yang berasangkutan (Is, Red) sudah dua kali dilakukan pemanggilan, namun tak pernah hadir. Penyidik akan melayangkan surat untuk pemanggilan ketiga,” kata Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, SIK, MM kepada riauterkinicom, Jumat (13/10/17).

 

Jika pada panggilan berikutnya tetap tidak hadir, katanya lagi, polisi akan melakukan upaya paksa dengan menjemput tersangka yang dinilai tidak kooperatif dalam menjalani proses hukum.

 

“Ya, jika tidak kooperatif akan dilakukan penahanan untuk mempermudah proses penyidikan,” tukas Guntur lagi.

 

Tersangka Is yang dikonfirmasi riauterkinicom melalui telepon selulernya di nomor 0812-1286-**** tidak menjawab. Begitu pun pesan SMS dan WA yang dikirim juga tidak direspon.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Is anggota DPRD Siak dari Partai Hanura ini dilaporkan salah seorang PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Hasanuddin Tse. Hasanuddin Tse melaporkan dugaan penghinaan terhadap dirinya oleh Ismail, saat aksi unjuk rasa di depan gerbang perusahaan besutan Eka Cipta yang terletak di Kabupaten Siak, Rabu (26/4/17) pagi lalu.

 

Dalam aksi itu, Is sempat melontarkan kata kata yang “menyerang” kehormatan Hasanuddin dengan teriakan; “Hasanuddin Kucing Kurap”.

 

Laporan Hasanuddin ini ditindaklanjuti oleh pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. Lalu pihak Ditreskrimum Polda pun pun menetapkan Is sebagai tersangka melanggar pasal 310 jo pasal 315 KUHPidana.(rtc)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

loading...

News Feed