oleh

Sektor Pangan Memperkuat Pondasi Perekonomian Daerah

ROHIL, mandiripos.com- Untuk memperkokoh pondasi perekonomian daerah tentunya dilihat dari kemampuan daerah dalam memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan, sebab secara konsepsional kedaulatan pangan merupakan cara pandang mendasar pembangunan pangan yang bertumpu pada kemampuan produktivitas nasional oleh produsen pangan terutama petani.

Oleh karena itu untuk menciptakan kemandirian pangan dan ketahanan pangan nasional harus mengacu kepada kebutuhan pangan dalam negeri, seperti mempertahankan areal lahan pertanian pangan didaerah.

Jika dibahas secara khusus mengenai potensi pangan didaerah, Kabupaten Rohil sendiri memiliki tekstur tanah yang sangat cocok dijadikan areal pertanian padi, sayuran dan palawija, sehingga pemerintah daerah mengeluarkan larangan keras mengenai alih fungsi lahan.

Selain itu, pemerintah daerah harus menemukan cara-cara manjur untuk melindungi lahan pertanian pangan produktif dari derasnya arus konversi lahan ke nonpertanian. Sarana dan prasarana pertanian pun telah terus diperbaiki, khususnya bendungan dan saluran irigasi untuk pengairan. Tantangan utama yang berat adalah pada pengadaan lahan pertanian bagi petani, termasuk untuk komoditas padi melalui pencetakan sawah baru.

Dalam mengembangkan usaha pertanian pemerintah daerah telah menyiapkan kajian, seperti pertanian lahan basah, dimana secara teknis kawasan lahanya memiliki kemiringan kurang dari 8 % (data statistik) diluar kawasan lindung dan diluar kawasan budidaya lainya. 

Jadi melihat ruang lingkupnya dapat memberikan manfaat, membuka lapangan kerja, menaikan taraf pendapatan dan timbulnya rasa sosial yang tinggi, meningkatkan ekonomi masyarakat, meningkatkan produksi pangan dan mendayagunakan investasi. Pengembangan kawasan pertanian ini dikaitkan dengan kebijakan pengembangan kawasan setra produksi beras dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Rokan Hilir.

Sedangkan untuk lahan pertanian padi-padian yang termasuk kedalam lahan pertanian kering berdasarkan pada sebaranya berada di Kecamatan Tanah Putih Sedinginan disamping sebagai daerah sentra produksi buah-buahan, dengan kesesuaian lahanya dapat digunakan pada pertanian lahan kering dengan kemiringan kurang dari 9 % (data statistik). Sedangkan area sebaranya berada di Kecamatan Bangko Pusakao, Rimba Melintang, Bagan Sinembah, Tanah Putih Sedinginan, Tanah Putih Tanjung Melawan.

Sebelumnya Bupati  Rokan Hilir H Suyatno, mengatakan perekonomian dan kehidupan masyarakat khususnya di Kabupaten Rokan Hilir dapat terangkat dengan mengiatkan salah satu usaha pertanian.

“Pemerintah daerah hanya mensuport membantu masyarakat melalui kelompok tani, realisasi keberhasilan tergantung masyarakatnya, apakah ingin dikembangkan atau vakum saja. Saya pikir di Rokan Hilir besar sekali potensinya seperti peternakan, perikanan, kehutanan dan hasil alam,’ ungkapnya.

Dirinya mengaku bangga dengan gerak usaha yang sudah digeluti masyarakat ,keberhasilan ini tidak terlepas dari peran serta semua pihak.  Pemerintah daerah sendiri dalam hal ini hanya memberikan fasilitas pendukung guna membantu kelompok tani atau masyarakt kurang mampu melalui program yang telah direncanakan.

Sejalan dengan visi dan misi itu, pemerintah daerah turut mengalakkan program pembangunan kawasan budidaya perkebunan yang berfungsi untuk meningkatkan hasil perkebunan bagi kepentingan negara, masyarakat dan dunia usaha. Kawasan ini secara teknis dan kesesuaian lahannya dapat digunakan untuk tanaman perkebunan dengan kemiringan antara 8-25 % (data statistik), diluar kawasan lindung dengan pembagian terdiri dari perkebunan besar swasta dan perkebunan rakyat.

Sedangkan perkebunan besar swasta diketahui daerah sebaranya meliputi Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kubu, Bangko, Sinaboi, Rimba Melintang, Bangko Pusako, Bagan Sinembah, Tanah Putih Sedinginan, Pujud, Tanah Putih Tanjung Melawan dengan luas 215.734.30 hektar, sedangkan perkebunan rakyat tersebar diseluruh kecamatan dengan luas 160.451 hektar.

Rohil Swasembada Pangan

Bupati menyampaikan bahwa dahulu ketika masih bergabung dengan Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir merupakan lumbung padi terbesar di Propinsi Riau. Namun, kini produksi padi menurun dikarenakan banyaknya alih fungsi lahan. Untuk mengembalikan kejayaan masa lalu dalam program peningkatan ketahanan pangan Nasional, pemerintah daerah bergandeng tangan bersama TNI-AD, kelompok tani, untuk mengatasi persoalan ini nantinya.

Hasilnya dapat dirasakan dalam tiga tahun kedepan, sektor pertanian di Kabupaten Rohil dapat meningkat pesat, dan berkembang sebagai salah satu daerah penghasil lumbung padi terbesar di Propinsi Riau.

“Untuk Riau, Kabupaten Rohil masih yang terbaik dan saya berharap bisa tetap dipertahankan. Targetnya, Indonesia harus menjadi daerah swasemnda pangan 2017,” kata dia.

Selain itu, pemerintah daerah bersama DPRD berupaya memajukan sektor pertanian, jagung dan kedelai dalam tiga tahun kedepan. Namun yang terpenting, menurut Bupati, Kabupaten Rohil harus menjadi yang terbaik dalam bidang pertanian dan palawija.

Seperti diketahui Kabupaten Rokan Hilir pada sepuluh tahun lalu memiliki areal tanaman pertanian seluas 43 ribu hektar, seiring berjalanya waktu terjadi alih fungsi lahan, dan kini hanya tinggal 32 ribu hektar. Di Kecamatan Rimba Melintang sampai saat ini bias tanam tiga kali setahun dalam artian Indeks Pertanaman 300. Kemudian, di Rimba Melintang juga memiliki pompanisasi untuk mengatur irigasi air.

Selain di Kecamatan Rimba Melintang, Kecamatan Kubu juga salah satu penghasil padi terbesar di Kabupataen Rokan Hilir tepatnya di Kepenghuluan Teluk Piyai dengan luas lahan pertanian 1.200 hektar.(advetorial/humas Rohil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

loading...

News Feed