“Rohil Penyumbang Hasil Pertanian Terbesar Riau”

Share:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

ROHIL,Mandiripos.com- Kabupaten Rohil memili areal lahan pertanian yang cukup luas, sehingga eksistensinya setiap tahun mampu memberikan kebutuhan pangan bagi daerah khususnya propinsi Riau. Karena itu, upaya mencapai hasil komoditas padi unggulan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melakukan pengawasan dalam pelaksanaan sejumlah program pertanian didaerah Rokan Hilir. Hal itu dilakukan dalam upaya mencegah banyaknya pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi areal perkebunan. Salah satu bukti daerah penghasil padi unggulan yakni di Kecamatan Rimba Melintang yang dikenal sebagai daerah lumbung pangan beras dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan dalam menargetkan swasembaya beras khususnya di Rohil.

Seperti kegiatan panen raya padi di Kepenghuluan Pematang Singkek, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Bulan September 2018, lalu, yang dilaksanakan secara simbolis oleh Bupati Rohil, H Suyatno bersama Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim diatas areal lahan pertanian padi seluas 304 hektar dengan melakukan pemotongan padi dan dilanjutkan dengan pemanenan menggunakan mesin.

Pada acara panen raya tersebut, Gubernur Riau mengatakan pemerintah daerah cukup apresitif dalam menjaga serta melestarikan persawahan dan keberhasilan para petani dalam penanaman padi hingga panen. Dirinya meminta kepada masyarakat agar tidak mengalih fungsikan lahan persawahan yang telah ada saat ini. “Tolong di pertahankan dan jangan di alih fungsikan, karena hasil padi sangatlah menjajikan,” harapnya.

Wan Thamrin juga menekankan bahwa lahan persawahan yang dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit sudah cukup banyak.”Waktu masih saya menjabat Bupati Rohil, sepanjang jalan ke Bagansiapiapi itu lahan persawahan,”jelasnya.

Sebelumnya Bupati Rohil H Suyatno, mengatakan dengan adanya penataan kawasan pertanian padi sawah ditargetkan kedepan hasil produksi padi dapat meningkat dengan penerapan sistem dua kali penanaman serentak selama 1 tahun. Dengan demikiian diharapkan dapat menciptakan swasembada pangan padi melalui manajemen.

Menurutnya, melalui penerapan sistem tersebut, Suyatno menargetkan hasil produksi padi ke depannya bisa lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Jadi, jika program 2 kali tanam bisa diwujudkan, maka dalam setahun bisa menghasilkan produksi dua kali lipat.”Masalah inilah yang perlu ditata khususnya dalam penataan sistem pengairan sehingga program pertanian dapat diwujudkan dan tentunya inilah yang membulatkan keyakinan saya bahwa target tersebut bisa terealisasi,” tegasnya.

Selain itu, rencana strategis pembangunan 2018 ini, tetap memperhatikan sektor pangan, holtikultura dan sarana prasarana pertanian, Dan ini menjadi langkah awal kita untuk mewujudkan swasembada pangan khususnya beras di Rohil, sesuai dengan keinginan dan arahan pemerintah p.

Meski demikian untuk mewujudkan target tersebut, perlu dilakukan langkah-Langkah strategis dalam menambah target produksi. Salah satunya mensinergikan program antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota melalui forum satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Jangka panjang kita hanya memperkuat sektor pangan seperti padi, namun untuk sektor lainnya seperti jagung dan kedelai, serta holtikultura, peternakan dan potensi unggulan lainnya akan dikembangkan juga,” jelasnya.

Pada keaempatan sama, Danrem Sonny Aprianto, menyampaikan pertanian merupakan salah satu sektor penting penopang perekonomian nasional terlebih dalam mengatasi dampak krisis ekonomin yang sampai kini belum sepenuhnya pulih.

Namun demikian, realita yang kita hadapi saat ini sektor pertanian seakan jalan di tempat. penyebab nya tentuntya kompleks, namun setidaknya faktor pemanasan global dan pergeseran orientasi mata pencaharian masyarakat telah menyumbang relatif banyak terhadap pudarnya semangat agraris masyarakat dan terganggunya produktivitas pangan.

“Kabupaten Rohil merupakan salah satu penyuplai produksi padi di wilayah provinsi Riau yang harus di perthankan guna meningkatkan swasembada pangan di daerah. Untuk itu melalui panen raya padi seluas 304 hektar ini di harap dapat memenuhi kebutuhan sembako di provinsi riau khususnya Rohil serta dapat menggugah kembali gairah bertani masyarakat,”jelasnya.

Keberadaan TNI tambahnya, untuk membantu kedaulatan rakyat melalui para Babinsa di daerah-daerah. Dan pihaknya mendapat perintah untuk mendampingi para petani dalam berbagai program seperti Luas Tambah Tanam (LTT).

“Kita berharap tidak ada lagi inpor beras karena indonesia merupakan negara penghasil padi besar,”pungkasnya.

Rimba Melintang

Sesuai data Dinas Pertanian Kabupaten Rohil, Kecamatan Rimba Melintang memiliki potensi sawah kurang lebih sekitar 949.76 hektar, atau hampir 70 persen dari total keseluruhan luas lahan sawah yang ada di Kabupaten Rohil Yakni, 12,709.14 Hektar.

Karena itu, tidaklah mengherankan kalau Kecamatan Rimba Melintang menjadi lumbung padinya Kabupaten Rohil. Berdasarkan hasil panen dari tahun 2013 dan tahun 2014, sangat memungkinkan hasil panen pada tahun 2015 ini bisa terealisasi 100 ribu ton pertahun. Apalagi tahun ini diterapkan pola Dua Kali tanam setahun. Target tersebut cukup beralasan, sebab sekali panen dalam tahun sebelumnya bisa mencapai 50 ribu ton.

Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Rohil guna meningkatkan hasil produksi pertanian yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat, salah satunya antara lain saat ini pemerintah Kabupaten Rohil tengah mencanangkan kawasan pertanian dengan membuat pusat padi.

Komoditas padi memiliki beberapa keunggulan dalam pengembanganya yang tercermin dari nilai ekonomis tinggi dengan potensi pasar/permintaan yang cukup besar dan dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan petani.

Selain Rimba Melintang, kabupaten Rohil juga banyak memiliki areal lahan pertanian padi lain, seperti di Kecamatan Kubu kepenghuluan Teluk Piyai yang baru saja dilaksanakan panen raya oleh Wakil Bupati Rohil Jamiludin, Bulan Maret 2018, lalu. Panen raya ini sekaligus peresmian kilang padi dan memberikan bantuan mesin pompa air ditambah 7 unit handsprayer kepada kelompok tani.

“Saya berharap bantuan dapat dimanfaatkan serta dijaga sebaik mungkin, apalagi bantuan pemprov Riau terbanyak di Rokan Hilir yakni di Kecamatan Kubu, baik segi infrastruktur jalan, maupun fasilitas lain yang mencapai Rp60 miliar.” terang wabup.(adv humas)

“Rohil Penyumbang Hasil Pertanian Terbesar Riau” | Admin Mandiripos | 4.5

Berita Lainnya

Kirim Komentar