oleh

Program Pamsimas Prioritaskan Kepenghuluan di Wilayah Pesisir

ROHIL,Mandiripos.com- Pemkab Rohil lebih memprioritaskan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) bagi kepenghuluan didaerah pesisir, karena itu Dinas Perumahan dan Pemukiman Rohil melakukan penjaringan terhadap 83 kepenghuluan.
“Hasilnya, lebih diprioritaskan kepenghuluan yang berada di daerah pesisir seperti Kecamatan Batu Hampar, Pekaitan, Bangko, Sinaboi, Kubu, Kubu Babussalam serta Pasir Limau Kapas (Palika),” kata Kadis Perkim Rohil, Zulfahmi, dikonfirmsi, Kamis (30/8/2018).
Selain itu, sebut Zulfahmi, telah dilakukan penjaringan terhadap kepenghuluan yang berminat dalam program Pamsimas yang kita usulkan pada Bulan Maret, lalu,” ungkapnya.
Dari penjringan, tambahnya, nantinya dilakukan seleksi Tim Panitia Kemitraan (Tim Pakem) yang di ketuai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang melibatkan Dinas Perkim, PUTR serta Dinas Kesehatan.
“Dalam istilah Satkernya Long lis ada 83 kepenghuluan, dan dari 83 kepenghuluan itu nanti nya akan dilakukan seleksi menjadi short lis dan hanya menjadi 25 kepenghuluan yang akan mendapatkan program pamsimas dinilai berdasarkan proposal surat minat,” katanya
Program Pamsimas lanjutnya, berbeda dengan kegiatan-kegiatan lainnya. Dimana dalam program pamsimas ada penyertaan dari kepenghuluan dan masyarakat dengan rincian 70 persen dari pemerintah, 10 persen dari dana desa serta 20 persen dari masyarakat.
“20 persen dari partisipasi masyarakat itu juga di bagi dua, 14 persen dalam bentuk uang tunai dan 16 persen nya dalam bentuk tenaga kerja, jadi program ini memang melibatkan partisipasi masyarakat,”katanya.
Terkait minat kepenghuluan dalam program pamsimas yang melibatkan masyarakat, setelah dilakukan sosialisasi oleh Satker dan konsultan dari Provinsi para datuk penghulu bisa menerima dan menyatakan siap dalam mendukung program pamsimas di kepenghuluan mereka.
“Kemaren kita juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Desa (PMD) selaku OPD yang membawahi kepenghuluan untuk memastikan bahwa anggaran ADD  dimasukkan bagi kepenghuluan yang mendapatkan program pamsmas nantinya,” sebutnya.
Untuk pelaksanaan program pamsimas nantinya, akan di bantu oleh Tim Fasilitator Lapangan (TFL) yang sebelumnya telah dilakukan perekrutan oleh Satker Provinsi yang di fasilitasi oleh Dinas Perkim.
“Dari laporan satker kemaren 80 orang sudah mendaftar untuk menjadi TFL dan nantinya akan di saring menjadi 17 orang, Peminatnya cukup banyak, karena gajinya kan lumayan, kisaran antara 4,6 sampai 6,2 juta perbulan,” katanya.
Terkait perekrutan TFL Kabupaten Rohil, Zulfahmi juga meminta kepada provinsi agar memberdayakan masyarakat asal Rohil. Hal tersebut katanya, untuk mempermudah rentang kendali dalam pengawasan pekerjaan. Selain itu dapat membantu para tenaga honorer yang saat ini belum ada kepastian.
“Secara pribadi saya meminta kepada satker agar TFL itu anak-anak rohil semua, ada dua alasan kenapa saya meminta anak-anak rohil , pertama soal rentang kendali karena kalau dia anak rohil jarak tempuhnya tidak terlalu jauh , bayangkan kalau misalnya TFL nya anak pekan baru maupun duri,” imbuhnya.(way)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

loading...

News Feed