oleh

Pilkada Bengkalis 2020, ESA Layak Diusung dan Dipilih, Kenapa?

BENGKALIS – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis, Indra Gunawan – Ir Syamsu Dalimunte layak diusung dan dipilih, sebab diyakini mampu membangkitkan perekenomian masyarakat Kabupaten Bengkalis, terutama Duri meliputi empat kecamatan, Mandau, Bathin Solapan, Pinggir dan Talang Muandau saat ini terpuruk.

Sosok calon Wakil Bupati Bengkalis, Ir Syamsu Dalimunte disapa akrab Samda ceplas ceplos tanpa basa basi sangat paham dengan kultur ekonomi masyarakat baik di kepulauan dan daratan Kabupaten Bengkalis.

Begitu dengan kultur budaya masyarakat Negeri Junjungan nama lain dari Kabupaten Bengkalis yang heterogen. Melayu sebagai tuan rumah punya kemiripan budaya dengan Mandailing kental dengan islamainya sangat pas dengan konsep harmoni budaya ekonomi yang dimulai dari pelosok desa.

“Kultur ekonomi dengan konsep budaya berdasarkan potensi masing masing desa sangat cocok untuk membangkitkan perekonomian yang makin terpuruk di tengah pandemi wabah Covid 19,” ujar Calon Wakil Bupati Bengkalis, Ir Syamsu Dalimunte kepada mandiripos.com di ujung selulernya Sabtu (5/9) malam.

Penanganganan perekonomian masyarakat yang berada di pelosok desa menjadi fokus utama ESA. Jika ekonomi masyarakat desa sebagai pondasi dan penyangga perekonomian bangkit otomatis ekonomi masyarakat di daerah perkotaan makin meningkat.

Untuk itu tegas Samda, ESA punya program jitu untuk membangkitkan ekonomi masyarakat lewa program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Prosuktid (UEP).
KUBE diyakini bisa menjadi solusi penanganan masyarakat kurang mampu.
Penanganan masyarakat kurang mampu dengan upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam bentuk kebijakan, program, kegiatan pemberdayaan, pendampingan, serta fasilitasi untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara.

Konsep program ekonomi budaya KUBE dipadukan dengan UEP. Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan kelompok keluarga kurang mampu yang dibentuk, tumbuh, dan berkembang atas prakarsanya dalam melaksanakan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial keluarga.

Usaha Ekonomi Produktif (UEP), bantuan sosial yang diberikan kepada kelompok usaha bersama untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial keluarga.

KUBE beranggotakan 5 hingga 20 Kepala Keluarga dari masyarakat kurang mampu yang masuk dalam Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (DTPFMOTM).
Gimana sistim praktik program KUBE bisa Perorangan, masyarakat, atau lembaga kesejahteraan sosial dapat mengusulkan proposal ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota melalui Kepala Desa,
Terus dinas terkait melakukan verifikasi dan validasi calon penerima KUBE sesuai Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (DTPFMOTM). Berikutnya mengusulkan proposal kepada Menteri Sosial melalui Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah I dengan tembusan disampaikan ke Kepala dinas terkait ditingkat provinsi.
Penanganan warga kurang mampu
Wilayah I melakukan verifikasi dan validasi atas usulan proposal dari dinas terkait kabupaten.

Begitu regulasi dan sistim pengusulan KUBE hingga penetapan penerima. Dari penetapan lokasi dan penerima dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) KUBE.

Untuk persyaratan penerima KUBE warga kurang mampu berdasarkan data punya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), sudah menikah dan atau berusia 18 tahun sampai dengan 60 tahun dan masih produktif.

Selain itu, belum pernah mendapat bantuan KUBE, membentuk kelompok beranggotakan 5 sampai 20 orang yang tinggal berdekatan dan berdomisili tetap dan endapat rekomendasi dari dinas sosial.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed