Warga Kesal, Areal Terminal Penumbar Jadi Tempat Pembuangan Sampah

 

Baganbatu, mandiripos — Areal yang rencananya akan akan diperuntukkan untuk pembangunan terminal penumpang dan barang (Terminal Penumbar yang berada di wilayah kepenghuluan Bagan Manunggal kecamatan Bagan Sinembah yang berada di perbatasan Riau dengan Sumatera saat ini beralih-fungsi menjadi tempat pembuangan sampah sehingga menimbulkan kekesalan warga sekitar.

Rental Genset Pekanbaru

Bantu Subscribe Channel Kami ya....

Pantauan di lokasi menyebutkan bahwa timbunan sampah tampak berserakan memenuhi separuh lebih luasan lahan terminal penumbar tersebut, selain menimbulkan bau yang sangat menyengat tumpukan tersebut juga menimbulkan koloni lalat dengan jumlah yang sangat banyak sehingga tumpukan sampah tersebut mengganggu warga sekitar.

Atas kondisi yang terjadi di areal tersebut sejumlah warga mempertanyakan kelanjutan pembangunan terminal penumbar karena mereka amat sangat disayangkan seandainya terminal penumbar terminal tersebut gagal dibangun.

“Kapan sih di bangun terminal ini? Kabarnya kan akan di bangun terminal bus antar dan juga terminal barang, kalau seandainya terminal itu sudah kan kan kami yang tinggal di sekitar sini bisa ikut mengais rezeki di tempat ini tidak seperti sekarang ini warga-warga di sini kesulitan mencari nafkah, tidak seperti saat sekarang yang hanya menjadi tempat pembuangan sampah dari pajak, tiap hari sekitar 4 mobil pemda buang sampah di lokasi ini (terminal penumbar…red), hari itu sempat juga warga di sini keberatan dan protes besoknya datang orang-orang pemda ke tempat mereka ngomong ini kan tanah pemda jadi ya nggaak apa-apa buang sampah di sini, “ujar salah seorang warga sekitar, Ibu Daulay saat di temui di lokasi penumbar yang telah berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah.

Baca Juga :   56 orang di Bagan Sinembah positif HIV AIDS

Warga lainnya, Sihotang mengaku cukup terganggu dengan aktifitas pembuangan sampah di lokasi terminal penumbar sehingga berharap kepada pemerintah agar pembuatan terminal penumbar ini bisa disegerakan mengingat keberadaan sangat dibutuhkan bagi masyarakat terutama sekali dalam hal lapangan pekerjaan,

“Kalau sudah berdiri terminal tentu warga di sini bisa ikut berjualan di sini daripada sekarang ini jadi tempat sampah kayak gini, kan untungnya tidak ada, malah merugikan kami masyarakat sekitar, pertama dari bau kedua ya dari lalat yang banyak kali, jadi ya menurut saya akan sangat menguntungkan seandainya sudah jadi terminal, “ujar Sihotang kesal.

Aman warga lainnya juga menanyakan kelanjutan pembangunan terminal penumbar tersebut di atas yang menurut memang sangat urgen, “pastinya dengan ada terminal selain membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar, memudahkan penataan angkutan dan menambah PAD uang jumlahnya tidak sedikit, artinya kalau sudah terminal kenderaan umum dan angkutan barang yang melintasi sepanjang jalan di wilayah Rokan Hilir ini tidak hanya numpang lewat saja kenderaan tersebut yang setiap harinya berjumlah ribuan unit setidaknya bisa memberikan kontribusi melalui retribusi, ini akan menambah PAD tentunya kan tidak sedikit jumlahnya, jadi ke depannya tidak perlu ribut-ribut karena defisit anggaran, “beber Aman.

Sementara itu kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo kabupaten Rokan Hilir Rahmatul Zamri ketika dikonfirmasi via pesan WA belum memberikan jawabannya. (ind)‎

 








Mitsubishi Pekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: