oleh

Meranti Gelar Afirmasi Pendidikan tinggi 3T Perdana di Riau

SELATPANJANG, Mandiripos.com- Sebanyak 50(limapuluh) 0rang Siswa Lulusan Sekolah menengah Atas kab. Kepuluan Meranti dari daerah 3T (Terluar, terdepan dan tertinggal)  dari 5 (lima) Kecamatan, Kecamatan Tebing tinggi barat, Tebingtinggi Timur, Rangsang pesisir, Merbau dan Pulau Merbau, Hari ini (17/4) mengikuti Tes seleksi Afirmasi Pendidikan Tinggi 3T (2018) di SMA Negeri Tebingtinggi Jalan Pelajar Dorak Selatpanjang Timur. 


Berdasarkan rakor yang diselenggarakan bebrapa waktu yang lalu di pekanbaru, dua kandidat Kabupaten yakni Bengkalis dan Kepulauan Meranti. ketidak hadiran Perwakilan dari Kab. Bengkalis menjadikan Kepuluan meranti menjadi pelaksana tes Seleksi Afirmasi Pendidikan Tinggi perdana yg dilakukan di Riau, sejak Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) mulai dilaksanakan tahun 2016 yang lalu.

Bupati Kepulauan Meranti sebagai Kepala Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti, Melalui Asisten III(tiga) bidang Administrasi Umum Sekretariat daerah kab. kepulauan Meranti Drs.H Tengku Akhrial ,menyambut baik akan program Afirmasi Pendidikan Tinggi ini.

Pemerintah keb. kepuluan meranti mengucapkan terimakasih kepada DIKTI dan Dinas Pendidikan Kab. Kepulauan Meranti Atas usaha yang luarbiasa giat sehingga Program Afirmasi ini dapat dilaksanakan pada pagi hari ini, ujar Tengku Akhrial

T.Akhrial juga berharap agar Pak Koekoeh Santoso Sebagai Perwakilan dari DIKTI Pusat dan Pihak Perguruan Tinggi bisa menyampaikan ke Pemerintah pusat, sebab perguruan tinggi lebih cepat di dengar aspirasinya, kami di kab. Kepuluan Meranti ini sangat terisolir, jauh dari ibukota, transportasipun sangat terbatas,Tandas Tengku Akhrial

Jadi agar kami tidak tertinggal, dan tidak lagi bersemboyan “Garuda di dadaku, Ringgit di perutku”  sampaikan pesan ini kepada pemerintah Pusat, untuk membuka Isolasi daerah, kami membutuhkan jembatan seperti Jembatan Suramadu langsung ke daratan pulau Sumatra, dan harapan kami pemerintah pusat juga memperhatikan lebih jauh tetntang perbatasan dengan perhatian yg lebih khusus. pintanya pada seremoni pembukaan Test Seleksi ADik 2018 di SMA Negeri 3 Tebingtinggi pagi ini.

Kepada 50 Peserta Tes Afirmasi ini ia berpesan Jangan kecil hati menjadi orang meranti, ini merupakan kesempatan yg diberikan pemerintah kepada anak2 ku semua, laksanakan tes ini dengan baik menggunakan rumus “3S” Santai Serius sukses (seperti apa yg diharapkan).

Ia menambahkan hijarahlah dari pemikiran kehidupan yg tertinggal di kampung, dengan hijrah lah kalian semua akan berhasil, setelah berhasil maka balik kampung untuk membangun,walau kita orang kampung tapi bukan kampungan.

Hal Senada disampaikan Kadis Pendidikan H. Rosdaner, jangan pernah ragu dalam melakukan Tes Seleksi ini nanti, Sebab rejeki kita sudah diatur semuanya, yakin dan percayalah pada diri sendiri, Saya berharap dari 50 Peserta ini banyak yang berhasil nantinya untuk bisa mewakili Kab. Kepulauan Meranti masuk ke Universitas terkemuka di Indonesia, dan mengharumkan nama Daerah kita.

Selamat mengikuti Tes semoga berjalan dengan baik, harapan kita semuanya bisa, lulus dan berhasil, 
Semoga dengan program ini, masyarakat kita di Kab. termuda ini terbantu dari ketertinggalan. pungkas Om Daner 

Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) ini diperuntukan bagi siswa-siswi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dari berbagai propinsi yang dikatergorikan sebagai  daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) di seluruh Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar putra-putri daerah yang berprestasi ditunjukkan dengan nilai indeks prestasi akademiknya yang tinggi agar dapat melanjutkan belajarnya di perguruan tinggi dengan biaya dari Pemerintah. Diharapkan putra-putri daerah tersebut kelak berhasil dan kembali ke daerahnya untuk menerapkan ilmu yang dicapainya untuk Membangun Daerah, yang akan berimbas pada pembangunan secara Nasional, hal ini disampaikan Koekoeh Santoso Dosen IPB.

Koekoeh Santoso juga menerangkan program yang dilaksanakan sejak 2016 ini diluncurkan karena secara faktual masih terdapat putra-putri bangsa tidak memperoleh akses untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Mereka tidak mampu bersaing dengan siswa dari daerah lainnya melalui jalur SNMPTN-SBMPTN.

Mereka direkrut atas rekomendasi sekolah, berdasarkan pertimbangan prestasi akademik yang tercatat dalam buku laporan pendidikan siswa. Namun, sebagian besar penerima beasiswa tidak mampu beradaptasi dengan kondisi pembelajaran di perguruan tinggi negeri. Alhasil, mereka mengalami kegagalan atau prestasi akademiknya sangat buruk.

Tes ini merupakan tes khusus yg tidak disandingkan denga siswa yg sudah mapan, mereka disandingkan dengan sesama siswa yaang berasal dari daerah 3T se indonessia, sehingga kesempatan mereka sangat besar, Program ini khusus di alokasikan oleh pemerintah Pusat, terutama kementrian RISTEK DIKTI Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, ujarnya

Sementara Output dari dilaksankanya Program ini adalah percepatan pembangunan di daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) melalui pendekatan sumberdaya manusia, khususnya Bidang Pendidikan, yang mena hal ini sesuai dengan amanat Undang Undang Dasar 1945 Alinea ke IV (empat) adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.Pungkas Koekoeh
(ari)


Komentar

Tinggalkan Balasan

loading...

News Feed