oleh

Lahan Sawit Diserobot Warga Desa Hutapadang dan Sei Kopas Minta Perlindungan Kapolres

Asahan,Mandiripos.com-Diduga adanya persekusi, penjarahan dan intimidasi terkait penyerobotan lahan sawit, puluhan petani Desa Hutapadang dan Sei Kopas, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge minta perlindungan hukum di Polres Asahan, Senin (2/9/2019) sekira pukul 12.30 wib.

Para perwakilan petani Desa Hutapadang dan Sei Kopas Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan.

Kedatangan para petani itu dikarenakan, adanya dugaan persekusi, penjarahan dan intimidasi terkait penyerobotan lahan sawit sekitar 10 Ha lebih, dengan cara memanen hasil sawit, oleh masyarakat yang dilakukan JT dan rekan-rekannya.

Padahal, lahan itu milik Targun Sinaga (58) warga Dusun IV Desa Huta Padang Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan, dengan alas hak Surat Keterangan Tanah (SKT) No. 593/09/SK/2007, tanggal 19 Februari 2007, Parata Manurung, 52, dengan SKT No. 593/11/SK/2011, tanggal 23 Februari 2011, dan SKT No 593/45/SK/2010, tanggal 08 Mei 2010, Nurmi Sitorus, 52, SKT No. 593/71/SK/2006, tanggal 18 Desember 2006 dan Risbun Sinaga, 34, SKT No. 593/53/SK/2011, tanggal 16 Nopember 2011.

“Kami datang kemari meminta perlindungan hukum, karena perbuatan semena-mena,” jelas Targun Sinaga, saat ditemui wartawan di Mapolres Asahan.

Targun didampingi aktivis lingkungan Indra Mingka menuturkan, perbuatan JT dan gerombolannya sudah cukup meresahkan, mereka memanen sawit yang kami tanam di atas tanah kami di depan mata kami.

“Kami diintimidasi, saat mereka memanen sawit dengan membawa parang. Kami mencoba bersabar dan tidak membuat keributan, tapi tindakan itu berulang-ulang dan mereka mendirikan pondok untuk menguasai tanah kami,” jelas Targun.

Masalah ini sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib Polsek Bandar Pasir Mandoge, dan telah membuat pertemuan dengan para kelompok tani pada 14 Juni, dengan kesepakatan bahwa setiap pihak harus menjaga Kamtibmas. Namun kenyataan JT dan gerombolannya melakukan hal yang sama dan tetap memanen hasil sawit miliknya.

“Tindakan mereka sudah meresahkan, kami takut ada konflik fisik (perang), makanya kami minta perlindungan sama Bapak Kapolres Asahan,” jelas Targun.

Sedangkan Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, didampingi Waka Polres Kompol M Taufik, setelah menerima para petani mengatakan bahwa pihaknya akan membantu penyelesaian masalah ini, dan pihaknya akan menghubungi Pemkab Asahan untuk dilakukan mediasi antar para petani.

“Ini masalah petani dengan petani, dalam waktu dekat kita akan melakukan mediasi dengan melibatkan Pemkab Asahan, sehingga masalah ini selesai dan tidak berkepanjangan,” jelas Faisal.(met)

Reporter : Rahmat Sitorus

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed