oleh

KT GS Kuala Gasib Binaan PT KTU” Menjerit”

KOTO GASIB,Mandiripos.com- Kelompok tani Gasib Sejahtera yang berada di kampung Kuala Gasib yang merupakan ,kelompok tani Binaan PT KTU yang sudah 2 tahun menjalin kerjasama dengan pihak PT KTU kurang mendapat perhatian.

Pasalnya dari harga TBS saja jauh sekali dengan harga TBS di sekitar pabrik PT KTU ,inilah membuat KT Binaan PT KTU Menjerit .

Hal ini di katakan oleh Ketua KT GS Syamsul Huda pada saat bincang bincang dengan Mandiripos.com Kamis (27/12) melihat
Harga sawit petani yang semakin merosot di bandingkan dengan pabrik di sekitar PT KTU inilah membuat anggota KT GS mulai resah melihat kondisi saat ini.”tutur Syamsul Huda

Lebih jauh dikatakan oleh untuk saat ini kita memiliki anggota 40 KK dengan luas 1600 hektar dan sudah 2 tahun menjadi binaan dari PT KTU.

Syamsul Huda menerangkan ,selama menjadi Binaan dari PT KTU belum adanya bantuan yang sangat berarti bagi KT GS ,untuk perbaikan jalan ,pihaknya harus mengeluarkan dana untuk pembelian minyak alat berat ,dan perusahaan hanya membantu alat beratnya saja ,dan pembelian batu coral untuk menimbun jalan ,harus mengeluarkan dana dari kelompok tani.Dan seharusnya kalau kita sudah menjadi binaan dari perusahaan bantuan harus ada dong! Kata Syamsul Huda .

Lanjut Syamsu Huda .Sedangkan pihaknya menjual TBS tetap Ke PT KTU akan tetapi harganya jauh dibawah dari PKS di sekitar perusahaan.

Kita minta adanya perhatian dari PT KTU dengan program CSR ya.”tutup Syamsul Huda.(f)

Komentar

Tinggalkan Balasan