Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Kecelakaan maut antara Bus Intra vs Mobil Avanza di Tebingtinggi, Sumatera Utara, HIKATAMA ingatkan soal 5 Pilar Keselamatan Jalan.

  • Bagikan

Mandiripos.com, Seperti yang telah diberitakan dibeberapa Media _online,_ pada waktu lalu minggu ( 22 /2), kecelakaan maut lalu lintas Jalan kembali terjadi di wilayah Tebingtinggi Sumatra Utara yang melibatkan antara Bus Intra dan mobil pribadi Avanza yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 9 orang.

Dikutip dari media CNN indonesia ( 22 /2) Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda menjelaskan saat itu mobil Avanza yang mengangkut sembilan orang penumpang melaju dari Siantar menuju Medan.Mobil itu, katanya, hendak mendahului kenderaan di depannya. Namun pada saat bersamaan, Bus Intra datang dari arah berlawanan.
“Pengemudi Avanza diduga kurang hati-hati. Mobil tersebut berusaha mendahului kendaraan di depannya dan langsung menabrak Bus Intra yang datang dari arah berlawanan sehingga tabrakan tak terelakkan,”

Setelah kecelakaan mobil Avanza dan Bus Intra saat ini diamankan di Mako Unit Laka Lantas Polres Tebing Tinggi. Sedangkan seluruh korban meninggal dunia tercatat merupakan warga Medan telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan,” urainya.

Menyikapi kejadian kecelakaan menonjol tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Keselamatan Transportasi Masyarakat (HIKATAMA) memberikan tanggapan atas kejadian ini. HIKATAMA menilai kecelakaan Lalu Lintas Jalan yang melibatkan angkutan umum ( Bus Intra ) vs mobil pribadi sangat disayangkan karena banyaknya korban yang ditimbulkan terutama penumpang mobil pribadi ( Avanza), terlebih lagi seluruh korban masih berusia muda. Kecelakaan ini terjadi ditengah – tengah upaya Pemerintah berusaha menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Ketua Umum DPP.HIKATAMA Drs.H.Irwan Nasir, M.Si melalui Sekjend HIKATAMA Harmaini Wibowo, S.Tr,.MT. mengatakan peristiwa ini harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah karena banyaknya korban yang ditimbulkan. ” Kami atas nama Himpunan Keselamatan Transportasi Masyarakat menyampaikan turut berbela sungkawa atas musibah ini semogga seluruh korban meninggal dunia husnul hotimah dan keluargga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Selanjutanya peristiwa ini selayaknya menjadi perhatian Pemerintah baik di Pusat maupun Daerah selaku penanggung jawab keselamatan transportasi masyarakat sebab acuan dalam menangani masalah kecelakaan Lalu Lintas Jalan ini tertuang dalam lima (5 )Pilar Keselamatan Jalan yang menjadi pedoman Pemerintah bagaimana seharusnya bertindak atas peristiwa kecelakaan lalu lintas Jalan yang sampai saat ini masih terus terjadi”. Tutur Harmaini.

Baca Juga :   warga minta Bupati JR Saragih perbaiki jalan Asahan yang rusak parah

Dengan peristiwa kecelakaan ini kami mencoba mengingatkan kembali terhadap aktualisasi Dokumen perencanaan keselamatan Jalan yang telah disusun Pemerintah melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan ( RUNK) Jalan 2011 – 2035. Dalam Dokumen RUNK sudah tampak siapa berbuat apa dan adanya target yang hendak dicapai serta langkah – langkah / rencana aksi yang seharusnya dilakukan dalam menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas Jalan. Adapun target Pemerintah menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas jalan sebesar 80 % pada tahun 2035. Target ini tentunya harus kita dukung bersama namun juga ditopang dengan program dan aksinyata yang terukur.

Harmaini melanjutkan Dokumen RUNK jalan yang disusun
menjadi acuan bagi penyelenggara Jalan baik di Pusat maupun Daerah dalam menangani persoalan kecelakaan lalu lintas Jalan di Indonesia. Dokumen RUNK Jalan berbicara mengenai strategi penanganan kecelakaan Lalu Lintas Jalan serta menekankan pentingnya koordinasi antar stakeholder penyelenggara Jalan. Strategi yang dimaksud disusun kedalam lima (5) Pilar Keselamatan Jalan.Lima (5) pilar keselamatan Jalan yang dimaksud meliputi : 1. Manajemen Keselamatan Jalan, 2. Jalan yang berkeselamatan, 3. Kendaraan berkeselamatan, 4. Prilaku pengguna Jalan yang berkeselamatan dan 5. Penanganan pra dan pasca kecelakaan.

Dengan adanya strategi lima (5 )Pilar Keselamatan Jalan ini tentunya harapan kita masalah kecelakaan lalu lintas Jalan di Indonesia dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan target yang diharapkan. Terkait dengan peristiwa kecelakaan tersebut diatas kami berharap adanya titik terang tentang penyebab lakalantas ini sehingga hasil analisa lapangan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pihak terkait serta tentunya sebagai bahan edukasi untuk sosialisasi keselamatan Jalan kepada Masyarakat. Kedepan kita berharap tidak ada lagi korban meninggal sia- sia akibat kecelakaan di Jalan, masyarakat juga harus mendukung dengan tetap menegakan dan mematuhi aturan berlalu lintas yang baik. Kita dukung upaya pihak Kepolisian untuk mengungkap peristiwa kecelakaan ini, tutup Harmaini.(BD)

banner
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//ailrouno.net/4/3802902