oleh

Kades Mengeluh Soal Biaya Transportasi Pendistribusian Rastra

SELATPANJANG.Mandiripos.com. Bantuan subsidi pangan beras sejahtera (Rastra) yang bakal  diberikan kepada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) di daerah Kepulauan Meranti tahun 2018, untuk pendistribusiannya masih menjadi bahan perbincangan hangat dalam Rakor dan sosialisasi Pendistribusian Pangan Rastra, yang diselenggarakan Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (27/2) di Lantai II Gedung Afifa Jalan Banglas Selatpanjang.

            Pantauan Dumaipos, selama memantau jalannya Rakor dan sosialisasi bantuan subsidi pangan beras sejahtera (Rastra) pada umumnya kepala desa mengeluh terkait biaya pendistribusian kepada masing-masing penerima. Soalnya medan yang ditempuh sangat jauh dan dari masing-masing desa tidak sama upah buruh angkatnya.

            Seperti disampaikan Kepala Desa Tebun Kecamatan Ransang, H Saparuddin, bahwa selama ini pembagian beras raskin selalu berhadapan dengan persoalan biaya transortasi, sementara pihak pemerintah setempat hanya membantu Rp250/kg. mau tidak mau pihak desa terpaksa meminta masayarakat penerima membantu dana transportasi sebesar Rp400 rupiah/kilo

            “Sekarang ini kami dari kepala desa menjadi serba salah, sebab kalau kami pungut juga biaya tambahan dengan masyarakat nanti kami pula dituduh pungli, kalau tidak dipungut nantinya kemana hendak kami cari duid untuk membayar biaya tersebut,” ujar H Saparuddin kades Tebun.

            Diakuinya, beras bulog yang datang dari Bengkalis tidak langsung sampaikan ke masing-masing Kecamatan dan Desa, ini perlu proses pengangkutan yang nota benenya harus dibayar oleh Desa. Apalagi pada tahun 2018 ini sudah ditentukan Bantuan Subsidi Beras Sejahtera tersebut gratis, tentu pemikiran masyarakat semuanya gratis.

            Hal senada juga disampaikan Husni Mubarag S.Ag, Lurah Selatpanjang Timur, selama ini soal pendistribusian Raskin sempat membuat pusing bagi  lurah dan kades, apalagi menimbul masalah dengan oknum-oknum LSM. “bagi kami dari pada kami pusing mengurus Rastra ini bagus suruh aja LSM yang membagikan kepada masyarakat,” ujar Mubarog Kesal.

Ketua Forum Kades Kecamatan Rangsang, Wan Ace Muhammad, yang juga Kepala Desa Sungai Gayung Kiri, ia Sependapat apa yang menjadi keluhan masing-masing lurah dan kepala desa, mengingat rastra hanya sampai ditingkat kecamatan yang ditanggung oleh pemda sementara biaya pendistribusian dari kecamatan ke desa untuk sampai ketempat penampungan memerlukan biaya /upah angkut baik itu lewat jalur darat dan laut. Terkadang tergantung cuaca dan pasang suruit.

Rakor dan sosialiasi Pendistribusian Pangan rastra yang dipimpin Indrayuni dari Bappeda, didampingi kabag Ekonomi Sekretariat daerah, Agusrianto, Muhammadiyah dari Dinas Sosial, Mujahidin Kepala Bulog Bengkalis, Zaindraweli Kabid UPT Bulog Riau dan Kadis Sosial Provensi Riau,Drs.H.Dahrius Husin.MM, yang berakhir pukul 12.20 Wib, belum dapat memutuskan apa yang yang menjadi keluhan kepala desa tersebut.

            Usai acara, kepala Bagian Perekonomian Sekretariat daerah Meranti, Agusrianto kepada sejumlah wartawan mengatakan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pihak Bulog soal titik angkut Rastra tersebut dari Bengkalis ke Meranti, kemudian pihak Pemkab Meranti coba membicarakan dengan Pihak provinsi terkait subsidi biaya transportasi rastra, karena saat ini pemkab meranti hanya member bantuan Rp250 rupiah/kg, dan kita berharap pihak provinsi dapat juga member bantunnya. Jelas Kabag (ari).    

 .

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

loading...

News Feed