oleh

Elegi Kolam Limbah PKS PT SIPP, dan Hikayat Lelaki Pakai Handuk Hijau di Kepala

DURI – Siang itu, di awal pekan pertama Oktober 2020. Matahari begitu panas menusuk pori – pori, padahal jam arloji tangan baru menunjukkan pukul 10.30 WIB. Cuaca makin panas saat memasuki areal Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Sawit Inti Prima Perkasa (SIPP) yang terletak di kawasan Jalan Rangau kilometer 6 Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau

Bagi para pekerja, mulai dari Satpam, Supir, dan buruh pabrik lainnya sepertinya sudah terbiasa dan tak peduli dengan cuaca rada ekstrim ini. Semangat mereka dalam bekerja di bawah terik matahari tak pudar. Meski keringat membasahi tubuh diiringi dengus nafas mengatur buah kelapa sawit mau didorong ke mulut mesin – mesin penghancur di dalam lokasi pabrik.

Lelaki itu keluar dari Avanza Hitam dengan memakai topi di kepala. Topi itu rupanya tak cukup menahan panas matahari. Handuk hijau berukuran kecil tadinya terletak di tempat duduk bagian belakang mobil disambarnya, dengan cepat bak kerudung diletakkannya diatas kepala.

“Panas dan terik betul,” ujarnya sambil berjalan ke arah lokasi kolam – kolam limbah yang terhampar persis di belakang pabrik pengolahan buah kelapa sawit.

Lelaki berhanduk hijau ditemani Agus sapaan akrabnya, salah satu orang penting di PKS PT SIPP, terus melangkah ke kolam terakhir, dua belas hari lalu jebol.

Disana, lelaki langkahnya terhenti. Ia pandangi kolam limbah ke 10 yang jebol awal pekan pertama Oktober 2020 lalu. “Ada yang tak beres dengan kolam ini gumamnya dalam hati, sambil mendengar penjelasan dari Agus.

“Total 3 kolam limbah yang jebol dari 12 kolam limbah yang ada, meliputi kolam 8, 9 dan 10. Untuk memperbaiki 3 kolam yang jebol butuh waktu paling cepat sebulan lamanya,” ujar Agus.

Lokasi kolam – kolam limbah ini, kok gersang tak ada penghijauan. Kolam – kolam limbah terakhir sepertinya tidak digali cuma dibentuk sambil menimbun tanah rawa.

“Kalau kolam limbah dibentuk dinding penahan struktur tanah bakal kuat, seperti dua kolam itu,” kata lelaki pakai topi dan handuk hijau menutupi kepala.

Untuk itu, lelaki ini menyarankan agar segera perbaiki kolam dengan tuntas dan menanami lokasi dengan tanaman kehidupan, biar tidak gersang.

“Kalau dibiarkan beralarut – larut dan lambat memperbaikinya siap – siap bakal jebol lagi. Ini tidak elok bagi lingkungan sekitarnya, bila limbah mengalir ke media lingkungan,” tegas lelaki perwakilan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis, Ruby Handoko untik meninjau kolam – kolam limbah PKS PT SIPP yang jebol.

“Saya baru sebulan menjadi manajer di PKS PT SIPP. Tapi sudah banyak masalah,” jelas Agus tanggapi anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis itu.

Kolam – kolam limbah terakhir ini bekas rawa. Tidak tahu pak, saya baru sebulan bekerja di PKS PT SIPP ini. Tapi lahan secara keseluruhan lokasi pabrik milik PT SIPP luasnya 33 hektar, cerita Agus.

Dari pengamatan mandiripos.com saat di lokasi pada Jumat (8/10) lalu, kolam 10 berdinding tanah hampir 3 meter yang jebol telihat baru diperbaiki, itupun belum sempurna.

Tanah tempat berpijak sudah retak merekah seperti mau longsor ke dasar kolam. Tak cuma itu, dinding tanah pembatas kolam 9 dan 10 cukup parah retak – retaknya, bahkan sudah mulai ambalas. Kuat dugaan struktur tanah yang labil jadi penyebab jebolnya dinding kolam limbah 10.

Apalagi persis dibelakang kolam limbah, terdapat tanah kosong jenis rawa dan menimbulkan kecurigaan kolam limbah 9 dan 10 bekas tanah rawa yang ditimbun dengan tanah timbun terus dijadikan kolam – kolam limbah.

Andai, benar dua kolam limbah terakhir struktur tanah rawa. Perusahaan yang bergerak di sektor buah kelapa sawit kuat dugaan sudah merusak dan merubah alih fungsi lahan menjadi kolam – kolam limbah.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis, Rianto dua jam lebih melakukan peninjauan ke lokasi kolam – kolam limbah pabrik milik PT SIPP.

Masih dari pengamatan, kalau diperhatikan dengan teliti dan seksama tentang kolam – kolam limbah pabrik sangat banyak kejanggalan, seperti ditemukan ada pembuangan air lain dari pabrik ke media lingkungan di luar kolam – kolam limbah.

“Terlihat air keluar dari pabrik mengalir ke parit cukup dalam semak ditumbuhi rerumputan bukan ke kolam – kolam limbah.”

Soal air yang mengalir ke media lingkungan bukan ke kolam – kolam limbah, apakah itu bagian limbah cair atau tidak, tidak diketahui secara pasti. Itu perlu diambil sample air dibawa dan ditest ke lab untuk memastikan dan membuktikannya.

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, Lamin menjelaskan PKS PT SIPP Rangau tidak kantongi izin buang dan pemanfaatan limbah. Itu sebabnya, DLH Kabupaten Bengkalis bakal memproses penghentian sementara operasional pabrik.

“PKS PT SIPP tidak kantongi izin buang dan pemanfaatan limbah. Itu sebabnya, DLH Kabupaten Bengkalis bakal menghentikan sementara operasional pabrik,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed