oleh

Diduga Mulai Rusak, Warga Minta Mobil Operasional Jalan Tol Tak Beroperasi Dua RT Dan Warga Tanda Tangani Pernyataan

KANDIS-Warga didua RT yang ada di Kelurahan Telaga Sam-Sam sepertinya sudah bosan bersabar dengan apa yang terjadi pada jalan mereka yang diduga rusak akibat mobil operasional yang lalu lalang. Mobil operasional yang diketahui bekerja untuk pembuatan jalan tol yang diketahui dikerjakan oleh PT. HKI. Sontak saja, warga dengan RT serta dengan kesabaran yang seolah sudah habis membuat pernyataan dalam bentuk surat berita acara.

 

 

Kedua RT tersebut yaitu RT 01/ RW 04 dan RT 02 RW 02 Kelurahan Telaga Sam-Sam. Akibat dari aktivitas lalu lalang mobil operasional perusahaan yang memiliki berat yang sangat besar tersebut, menimbulkan kerusakan pada jalan yang sehari-harinya untuk kepentingan masyarakat. Kedua jalan yang diketahui rusak tersebut yaitu Jalan Raja Ali Haji dan Jalan Hang Tuah.

 

 

Anehnya lagi, pihak perusahaan diduga seolah tak ambil pusing dalam hal ini, sehingga menimbulkan rasa kemarahan masyarakat warga di kedua jalan tersebut. Dalam pernyataan surat yang ditulis dalam bentuk berita acara tersebut, Ketua RT dan warga menuntut 3 hal, yaitu:

 

  1. Mobil Proyek Jalan Tol (PT. HKI) dilarang melewati Jalan Hang Tuah dan Jalan Raja Ali Haji

  2. Segera memperbaiki Jalan Hang Tuah dan Jalan Raja Ali Haji

  3. Membuat portal di Jalan Hang Tuah Dan Jalan Raja Ali Haji

 

Hingga berita ini diturunkan, ada sekitar 52 warga sudah menandatangani berita acara tersebut. Hal ini dilakukan agar pihak perusahaan peduli dengan kondisi jalan warga, bukan sekedar melalui jalan seolah tanpa merasa bersalah.

 

 

“Kami dah bosan bersabar bang, jalan ini dibangun oleh pemerintah untuk masyarakat, dan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan perusahaan. Sampai hancur begini jalan kami ini sekarang,”ujar pria berinisial AB ini kepada media ini dengan wajah kesalnya.

 

 

Kekesalan juga disampaikan oleh pria muda dengan inisial SM, apa yang menurutnya terjadi saat ini adalah kesewenangan pihak perusahaan, hingga jalan yang seharusnya dilalui masyarakat, mulai hancur oleh mobil operasional yang bertonase besar.

 

 

 

“Kami berharap, bapak-bapak yang ada di pemerintahan, tolong perhatikan kami ini pak. Jalan kami mulai hancur oleh mobil-mobil bertonase besar perusahaan. Bantu kami pak, jangan diam dan mendengar saja, kami butuh perhatiannya pak,”terang lelaki ini dengan tegas.

 

 

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak mana pun. Sungguh sangat disayangkan, padahal media ini juga sudah menyampaikan hal ini ke anggota dewan. Namun belum ada jawaban yang berarti. Ataukah, kemungkinan besar, dewan akan melihat langsung kondisi di kedua jalan masyarakat ini..? Semoga saja, kita tunggu reaksi mereka.(BN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed