oleh

Desa Sungai Tohor Mendapat Kunjungan Dari Rombongan Papua

MERANTI,Mandiripos.com-Memasuki hari kedua. RABU (11/4) study Tiru Rombongan Pemerintah Provinsi Papua di wikayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Rombongan langsung tutun kelapangan untuk melihat dari dekat cara pengolahan sagu yang dlakukan masyarakat petani sagu dan yang dikelola oleh pihak perusahaan PT.Nasional Sago Prima(NSP) di Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

Rombongan studi tiru Pemrov Papua yang berjumlah 60 orang tersebut langsung dipimpin Kepala Balitbang, Omah Laduani, Rabu(11/4) berangkat menuju Ibu kota Kecamatan Tebing Tinggi Timur yakni Desa Sungai Tohor pada pukul 08.00 WIB.dengan menggunakan Spead Boad Mega Fajar dan Pusleng, didampingi sejumlah Pejabat Meranti diantaranya. Kepala Bappeda H.Makmun Murod, Kadis Pertanian Peternakan dan ketahanan Pangan, Jaka Insita, Kadis Perkebunan dan Hultikultura, Prasityo. Kabid Insvestasi BPMPTP. Azwan. Serta dari perwakilan pemrov Riau dan sejumlah wartawan lokal.

Setibanya di Sungai Tohor sekitar pulil.09.30 WIB. Disambut camat Tebingtinggi Tinur H.Suyatno,Kepala Desa Sungai Tohor , Efendi Sulaiman bersama sejumlah tokoh masyarakat . Tokoh pemuda dan petani sagu.yang diiringi bunyian kompang dari Murid SD Negeri setempat..

Usai penyambutan di Pelabuhan Sungai Tohor, rombongan langsung menuju lokasi Tugu Sagu Jokowi di Parit Kekat yang berjarak lebih kurang 3 km dengan mengenderai sepeda motor yang disiapkan oleh pihak kecamatan dan pemerintah desa.

Pantauan di lapangan, saat berada di.Parit Kekat rombongan study tiru Pemerintah Provinsi Papua ini melihat langsung proses pengolahan tual rumbia sehingga menjadi sagu di kilang sagu milik.tokoh Masyatakat Nong Mel. Serta meninjauh sekat kanal di Parit Kekat.

Setelah mendengar penjelasan dari petani sagu dan pihak pemerintahan Desa Sungai Tohor tentang berbahai jal terkait pengolahan sagu dan manfaat dari pembuatan sekat kanal tersebkut., rombongan memyempatkan diri foto bersama di lokasi rumpun sagu yang ditanam Presiden Jokowi beberapa tahun lalu saat berkunjung ke Sungai Tohor.

Salah seorang anggota Rombongan study tiru Pemrov Papua Ibu Monica dari dinas Pertanian peternakan dan ketahanan pangan Kabupaten Mippi Papua, mengaku senang melihat banyaknya kilang atau bangsal sagu.milik.masyatakat setempat yang dikelola dengan baik. Demikian juga dengan sekat kanal yang ada manfaatnya cukup besar bagi melindungi kebun sagu khussnya dan hutan gambut umumnya dari bahaya kebakaran. ” saya merasa kagum dengan masarakat petani sagu di daerah ini, mereka tetap semangat dan pekerja keras salam mengolah batang rumbia sehingga menjadi sagu basah ang rata-rata 30-40 ton setiap bangsal sagu yang ada dalam waktu tidak sampai satu bulan, ini sungguj luar biasa yang patut ditiru nantinya” ujar Monica .ibu dari tiga orang anak ini.

Lebih kurang empat puluh lima menit rombongan berada di Parit Kekat, mereka langsung menuju Sanggar Linau.Kuning di Pusat Desa Sungai Tohor untuk berdialog dan ramah tamah dengan pihak pemerintah Kecamatan dan pemerintah Desa serta dengan masyatakat setempat.

Temu ramah yang dibuka Camat Tebingtinggi Timur, H.Suyatno. dalam sambutannya menyambut baik dan menguvapkan terimakasih kepada pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang mempercayakan kepada Pemerintah Camat Tebing Tinggi Tinur untuk menerima tamu yang terhormat dari rombongan Studi Tiru dari Pemerintah Provinsi Papua 

.” Ini suatu penghargaan yang tidak dapat kami lupakan, untuk itu dengan lapang dada kami menerima kedatangan rombongan di daerah kami dan kami sangat apresiasi, mudah-mudahan selama berada ditempat kami ini merasa senang dan apa yang diharapkan dapat tercapai. Dan kami juga tidak lupa mengucapkan mohon maaf jika pelayanan kami kurang memuaskan,” ungkap H.Suyatno.

Sementara Kepala Balitbang Provinsi Papua Omah Laduani. selaku ketua Rombongan Studi Tiru. Mengaku bahwa sebelum menetapkan Desa Sungai Tohor sebagai tujuan Studi Tiru ini. Pihaknya mencari ingormasi tentang daerah penghasil sagu terbesar dan cara pengolahannya oleh peteni sagu dengan melalui media sosial Yu tibe.
“Setelah lama mencari daerah berhasil mengembangkan sagunya. Akhirnya kami menemukan Meranti di Kecamtan Tebingtinggi timur ini, tepatnya Desa Sungai Tohor ini, semoga ilnu yang kami peroleh selama berkunjung ke sini dapat kami tiru di Papua nantinya.” Ujar Omah Laduani.

Diakuinya, secara tidak langsung sambil berjalan Omah Laduani 
Mengaku melihat rumah penduduk di Sungai Tohor ini bagus dan diyakini pemiliknya adalah petani sagu. Artinya, masyarakat sudah mengolah sagu dengan baik sehingga hasil yang diperoleh meteka dapat membuat rumah yang bagus, bisa menyekolah anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

” jujur saja saya katakan di daerah ini.luas wilayah kebun sagu tidak seberapa jika di banding areal sagu yang ada di Papua. Khusus di.provinsi papua ada 10 kabupaten yang memikiki.areal sagu yang luasya.mencapai 4 juta hektar dan sagu ini merupakan sagu alam yang diberikan omeh Allah. Yang belum dikelola seperti di Meranti ini

Mantan Kepala.Bappeda Kabupaten Mippi Provinsi Papua ini
Yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balitbang Papua Omah Laduani,menyampaikan kedatangan dirinya dan rombongan setelah mengetahui keberhasilan Meranti mengembangkan Sagu, melalui penerapan berbagai inovasi dan terobosan sehingga berhasil meningkatkan produksi Sagu berkualitas premium, seperti diketahui 90 persen kebutuhan Sagu Nasional dipasok dari Meranti, dan hasil produksi Sagu Meranti selain untuk mencukupi kebutuhan lokal juga diekspor ke Manca Negara seperti ke Jepang.

Di Papua sendiri, lebih jauh dijelaskan Omah Laduani, terdapat lahan Sagu seluas 2.1 Juta Ha, namun sayangnya belum terkelola secara maksimal hal ini disebabkan karena beberapa faktor salah satunya belum adanya industri hilir yang mampu mengolah Sagu menjadi berbagai produk.

“Masalah yang di hadapi Papua, belum ada industri hilirisasi untuk menangani Sagu, tidak seperti di Meranti yang telah berhasil mengolahnya menjadi 364 kuliner Sagu,” jelas Omah Laduani.

Agar Papua juga sukses mengembangkan Sagu seperti di Meranti, Omah Laduani sangat berharap terjadi sharing informasi antara Pemerintah Papua, beserta rombongan petani dan peneliti dengan Pemerintah Daerah setempat beserta petani dan pendamping yang berkecimpung dalam pengembangan Sagu Meranti.

Pada kesempatan tersebut, Omah Laduani. Berharap kepada Asosiasi Kabupaten penghasil Sagu Se Indonesia untuk bersama- sama berjuang di Pemerintah Pusat agar sagu inibisa menjadi sumber makan nasional. Tidak padi jagung dan kedelai saja. Pada pertemuan tersebut rombongan juga mendengar penjelasan secara rinci tata cara menanam sagu hingga pemeliharaannya sampai dilakukan panen. Dari Petani Senior Nong Mel. Serta menerima berbagai ilmu tentang pengembangan sagu dari pelaku usaha anak tempatan yg saat ini aktif Walhi dan Badan Restorasi Gambut dan Di Lsm Ekonomi Kriatif Andalan Riau. Yakni Abdul Manan yang akrap disapa Cik Manan. Pertemuan ini sempat du skor lebih kurang setebgah jam untuk sholat zuhur dan makan siang dengan hidangan makanan yang berasal dari sagu dan gula sagu. Usai makan siang rombongan menyaksikan peraga membuat gula sagu dan membuat lempeng sagu .Setelah itu sekutar pukul 14.00 Wib bergerak menuju PT.Nasional Sago Prima di Desa Kepau Baru Kecamatan Tebing Tinggi timur(ari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

loading...

News Feed