oleh

Deklarasi anti hoax, jempolmu harimau mu

SIAK,Mandiripos.com-Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Nandang, bersama Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Riau, Marsma TNI Rakhman Haryadi dan Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Sonny Aprianto melakukan kunjungan silaturahmi dengan masyarakat dan santri, Minggu (22/4/2018) malam. 

 

 

 

Kunjungan yang diagendakan dengan Tabligh Akbar dan Deklarasi Anti Hoax ini  di halaman Pondok Pesantren Riyadus Sholihin milik Kyai Muhammad Thoyib Firdaus di Kampung Delima Jaya, Kerinci Kanan.

 

 

 

Plt Bupati Siak Alfedri mengatakan, tema silaturahmi dan safari Kapolda Riau bersama pejabat tinggi lainnya adalah anti hoak. Tema ini sesuai dengan tunjuk ajar Sultan-sultan terdahulu yaitu di menebarkan kebaikan, keharmonisan, toleran dan saling menghargai serta terbuka.

 

 

 

“Penyebaran fitnah dan ujaran kebencian yang dikenal dengan sebutan hoak ini harus kita lawan, karena tidak sesuai dengan tunjuk ajar orang-orang tua kita, termasuk sultan terdahulu,” ucap Alfedri dihadapan para polisi, santriwan dan santriwati.

 

 

 

Alfedri bilang, tunjuk ajar itu menjadi acuan dalam berinteraksi sosial ditengah-tengah masyarakat. Sehingga di pesantren ini menjadi tonggak awal bersama-sama dalam rangka memerangi dan melawan hoak di kabupaten Siak.

 

 

 

“Saya berpesan untuk kita semua, kalau ada berita di media sosial, dicek dan riceklah kebenarannya, harus jelas sumber beritanya. Jangan asal share, itulah cara yang terbaik,” ajak Plt Bupati Alfedri.

 

 

 

Dalam kesempatan itu dan sebagai komitmen bersama, Kapolda Riau, Kabinda, Danrem 031, Pemerintah Kabupaten Siak, MUI, NU, Lembaga Adat Melayu Siak, KNPI, Ansor, dan PWI melakukan penandatanganan usai mendeklarasikan pernyataan untuk menolak segala bentuk informasi hoax, yang dipandu Plt Bupati Siak Alfedri.

 

 

 

Adapun, butir pernyataan sikap yang dideklarasikan pada saat itu, pertama, menolak dan menentang segala bentuk berita hoax dan ujaran kebencian. Kedua, menolak segala bentuk provokasi, isu sara dan perbuatan adu domba yang dapat memecah belah NKRI, dan Ketiga, Santun dalam mengunakan internet atau media sosial serta yang ke empat, mendukung upaya Polri dalam penegakkan hukum terhadap penyebar fitnah, ujaran kebencian dan penyebar berita hoax.

 

 

 

Sementara Kapolda Riau Irjen Pol Nandang menyampaikan maksud tujuannya datang ke Ponpes Riyadus Sholihin, tak lain adalah untuk mengajak kebaikan, menyeru dan mencegah terjadinya kemungkaran.

 

 

 

“Untuk apa kami ramai-ramai kesini? Tujuannya adalah mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran,  agar selamat dunia dan akhirat,” ujar Kapolda Nandang penuh semangat.

 

 

 

Disamping itu ia berpesan agar membiasakan budaya saling maaf-memaafkan. Sifat maaf itu mulia, lebih baik dari pada menjadi seorang pendendam.

 

 

 

Nandang, juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat menjauhi dan memerangi narkoba. Karena Riau ini, merupakan kawasan yang menjadi salah satu pintu masuknya narkoba di tanah air.

 

 

“Kepada santriwan dan santriwati, kami mengingatkan agar tidak terjerumus dengan narkoba, karena narkoba adalah perusak yang membuat negara ini menjadi hancur. Maka kami ingatkan agar hati-hati dan sama-sama nyatakan perang terhadap narkoba,” imbuhnya.

 

 

 

Sebelumnya Kapolda Riau, Danrem 031 Wirabima dan Kabinda menyerahkan bantuan berupa uang tunai senilai Rp 100 juta kepada pimpinan pondok pesantren Riyadus Sholihin M Thoyib Firdaus, yang disambut tepuk tangan para santriwan dan santriwati.(rls)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

loading...

News Feed