DomaiNesia
DomaiNesia

Gunakan WA, oknum guru diduga peras siswa

  • Bagikan

BAGANBATU – Diduga melakukan pemerasan dengan ancaman murid Sekolah Dasar (SD) tidak naik kelas, beberapa wali kelas meminta sejumlah uang kepada orangtua atau wali murid.

Dugaan tindak pidana pemerasan dan jabatan yang dalam jabatan itu dilakukan oleh oknum guru kelas inisal JES ,SD Negeri 003 Bagan Batu, Jln Jenderal Sudirman Kelurahan Bagan Batu Kecamatan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir.


Bantu Subscribe Channel Kami ya....

Salah satu paman murid SD tersebut, Saripuddin kepada wartawan, Rabu (16/06/2021) membenarkan apa yang dialami keponakannya tersebut.

Ia menyebutkan, keponakannya yang duduk di bangku kelas II itu tidak naik kelas karena tidak pernah masuk selama 6 bulan.

“Awalnya diberikan pertanyaan, diminta meminta, tetapi keponakan saya dikatakan tidak masuk sekolah, lagi saat ini masa pandemi covid-19, ujung-ujungnya meminta uang untuk mengatur nilai dan tidak dipindahkan dipindahkan,” kata Saripuddin.

Dijelaskan Saripuddin, aksi tidak terpuji oknum guru yang bahkan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sangat mencoreng dunia pendidikan terlebih dahulu dimasa pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum juga dilakukan pembelajaran tatap muka.

Saya juga guru di salah satu madrasah swasta, jika nilai untuk mengisi Raport (K-13) sangat minim, wali tanya terlebih dahulu menggelar rapat dewan guru, sebab perolehan nilai juga harus dilakukan dengan hasil ujian, saya belum ada rapat, sepertinya ini sudah terbiasa melakukan Pungli dan kesannya antara satu dengan lainnya bersekongkol jika dilihat dari percakapan WA,” ungkap Saripudin.

Dari percakapan di media sosial WhatsApp, beberapa guru menuliskan bahwa seseorang yang terlupakan oleh orang lain meminta sejumlah uang sebesar Rp 200.000 dan jika tidak maka akan tetap mengikuti prosedur yang ada yakni anak didik tetap tinggal kelas.

“Bk sudah saya cinta kata ibu itu minta 200 bk…klau ibu cinta…klau engak ya kami ikut prosedur turunan bk,” tulis oknum guru tersebut.

“Itu lah keputusannya ya bk,”
“Klau mau dia bisa d 3c nanti bk,” sambungnya.

Tidak lama kemudian, beberapa orang guru tersebut melakukan panggilan telepon WhatsApp sebanyak 3 kali namun tidak terjawab.

Setelah sekian lama, wali murid membalas dengan kata maaf karena akhirnya dijawab dan kemudian menanyakan biaya untuk pindah sekolah.

“Maaf bu..
“Kalau dia pindah sekolah berapa bayar bu,” tanya wali murid.

Kemudian wali murid tersebut menjawab biaya pindah sebesar Rp 100.000 dan menegaskan bahwa anak didiknya sebenarnya tidak naik kelas alias tinggal.

“Ya ibu lah bayar 100 ajalah bk.. kan P (nama muridnya, red) memang sebenarnya tinggal bk,”

“Klau mau pindah biar saya buat kan raportnya untuk pindah bk,”

“Nanti ibu kabari aja,”

“Itu sebenarnya pribadi kami nya bk untuk menaikan nya… Klau memang ibu kberatan ya ngak papa,”

“Kita ikut prosedur aja P (nama murid) tinggal aja ngak pala ada biaya nya bk,”

“Saya pun ngk mau nanti ngk enak d belakang nya..” tulis oknum guru tersebut.

Kemudian si ibu wali murid menjawab “Bukan marah buk,”

Lalu dijawab kembali oleh wali kelas
“Saya panggil ibu karena sblm kami isi raport bk..nanti klau sudah d tanda tangani kepala sekolah ngk bisa bk mau d apa2kan lgi,” tulisnya.

“Kami mau dia sekalian MDA sekalian buk,” “biar pandai ngaji” tulis wali murid.

“Ya ngk pa2 bk,” tulis wali kelas

“Nanti saya kabarin bu kalau jadi,” tulis wali murid kembali.

“Bk jngan lama2 msalah nya raportnya kami juga nempah,” tulis wali kelas.

“Oke” jawab wali murid.

“Buat nya bkan saya, saya hnya ngasih nilai,” tulis wali murid.

“Iya saya ngerti bu, nantj saya kabarin,” jawab si wali murid.

Namun tak lama kemudian, wali murid atau orangtua murid kembali bahwa ayah anaknya mengurungkan anaknya pindah sekolah dan membayar sejumlah uang yang diminta pada chat pertama kali oknum wali kelas.

“Tadi sudah tanya ayahnya, tidak jadi pindah”

“Tapi nanti saya kasih 100 dulu, baru pengambilan raport baru saya kasih sama 100, apa bisa buk” tulis wali murid.

Lalu beberapa wali kelas menjawab bisa tetapi jika tidak dilunasi rapot muridnya tetap ditahan.

“Ya udh bk ngk pa2, tapi klau ngak d lunasi raport nya kami tahan ya bk,” jawab wali kelas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan pungli dan pemerasan terhadap orangtua murid tersebut.(Ind)



banner
  • Bagikan
DomaiNesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//ugroocuw.net/4/3802902