Hadang wartawan, ketua IWO Rohil sebut PT. KAN Arogan

Diposting pada 644 Pembaca

Baganbatu — Ikatan Wartawan Online Rokan Hilir (IWO Rohil) mengecam keras arogansi dari pihak perusahaan PKS PT. KAN (GENK) Jayantri yang terlalu berlebihan saat menerima kedatangan Tim DLH Rohil yang didampingi wartawan saat akan meliput kegiatan verikasi atas laporan dugaan pencemaran limbah di PT. KAN.

“insiden itu kemarin Jum’at 13/2/2020 sekitar pukul 11 – an saat itu kami dari IWO Rohil, LKPK, PAC PP, PMII sebagai pelapor mendampingi Tim DLH Rohil diluar dugaan saat hendak masuk ke dalam kantor pabrik, kami dihadang oleh security yang mengatakan LSM wartawan tidak boleh masuk, saya bilang ke security itu yang belakangan saya ketahui bernama Erikson Sihotang itu kalau kami adalah pelapor jadi kami berhak masuk, tapi si security itu tetap bersikukuh melarang kami, bahkan dia dengan garangnya ngajak saya berduel, dan tetap ngotot melarang kami masuk, sampai pada akhirnya petugas dari KODIM melerai saya dan merangkul saya selanjutnya membawa saya ke pos security, dan insiden itu berakhir, “Terang Ketua IWO Rohil, Indra Kurniawan Akbar, kepada media ini Sabtu 14/3/2020.

Lanjutnya, dikatakan Indra bahwa setelah insiden tersebut pihak perusahaan masih tetap mendukung arogansinya dengan tetap tidak mengakui bahwa tindakan mereka itu patut, terbukti dengan tidak adanya upaya permintaan maaf atas insiden tersebut dari pihak pelaku penghadangan maupun dari manajemen perusahaan,

“tidak ada security itu minta maaf pihak perusahaan juga tidak ada minta maaf secara langsung kepada saya, memang arogansi mereka itu, pada saat penghadangan itu saya sudah menjelaskan siapa kami dan apa keperluan kami, tetapi si security dengan lagak jagoannya mencak-mencak dan menghadang kami, karena saya yang didepan maka yang langsung berhadapan, sikapnya itu ngeri kali ah lebih-lebih penjahat kami dibuatnya, kami dihalaunya pergi, “bebernya.

Memang kata Indra, setelahnya itu tim tetap ikut masuk itupun karena mereka hendaknya meninggalkan pabrik dan dicegah oleh pihak DLH sehingga urung pergi dari pabrik tetap mendampingi DLH dalam memverifikasi laporan,

“kami masuk karena DLH tidak mau masuk kalau nggak ada kami, kami kami kan sebagai pelapor, pihak DLH menolak melakukan verifikasi tanpa kami, kalau nggak ada kami DLH nggak mau melanjutkan verifikasi, makanya kami bisa ikut masuk, jadi yang perlu digaris bawahi bahwa bahwa kembali ikut masuk karena permintaan pihak DLH, jadi menurut saya PT. KAN itu arogan, angkuh dan sewenang-wenang kepada masyarakat, contohnya kami dan sudah jadi korban arogansinya, kami yang datang bersama orang pemerintah aja diusir apalagi masyarakat awam ya, benar-benar ya mereka mau buat negara dalam negara , “papar Indra kesal. (RLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.