Satpol.PP Gelar Razia pekat



SELATPANJANG.Mandiripos.com.
Satpol PP Kabupaten Kepulauan Meranti gelar Razia Pekat, gabungan bersama TNI dan Polri ke tempat hiburan dengan sasaran pujasera alang, pujasera dragon indoor, wisma kings, AKA Meranti hotel, food court 999, pujasera H5, grand paragon KTV, happy hotel, O2 KTV, Wisma diva, pada Sabtu (27/1/2018) malam.

Kegiatan dipimpin Kabid Ops Satpol PP Syafrizal, dengan kekuatan 14 personil di back up 2 anggota TNI dan 2 anggota Polri.

Dalam razia kali ini petugas berhasil mengamankan 1 orang pengunjung yang mabuk dan melawan petugas di Pujasera Alang, 1 pasangan diduga berbuat mesum di Wisma Kings, 2 pasangan tanpa identitas diduga berbuat mesum di Happy Hotel.

Ironisnya, seorang pria berstatus PNS dan telah beristri diduga berbuat mesum dengan seorang wanita , yang mana wanita tersebut tidak memiliki kartu pengenal, turut terjaring dalam razia tersebut.

Kasat Pol PP membenarkan, bahwa
Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Kepulauan Meranti berinisial Isw (37) pada Sabtu (27/1/18) tengah malam tadi terjaring Razia Pekat gabungan Satpol PP dan TNI-Polri.

Oknum PNS yang mengaku sebagai Guru disalah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Ransang ini tertangkap basah sedang berduan dengan seorang perempuan didalam kamar Wisma Diva, Kota Selatpanjang. 

Setelah tidak bisa menunjukkan identitas pernikahan kepada petugas, Isw bersama pasangannya ini pun langsung dibawa untuk diintrogasi dan diberi pengarahan serta didata di Markas Satpol PP Kepulauan Meranti.

Awalnya,saat diinterogasi oknum guru PNS tersebut sempat mengelabui petugas Satpol PP dengan akal akalan bersikeras mengaku sebagai pasangan Suami-istri. 

Setelah diperoleh data dari berbagai informasi, oknum guru PNS inipun tak lagi bisa berkutik, sebab diketahui Ia telah beristri dan memiliki dua orang anak yang masih berada di Kampung. 

Yang mengejutkan lagi, ternyata, si perempuan yang konon mantan pacar Isw ini juga masih bersetatus Istri sah orang. Kabarnya, suami si perempuan tersebut sedang bekerja mencari nafkah di Negeri Jiran. 

“Oknum guru PNS ini sudah kita data, selanjutnya, akan kita serahkan ke dinas pendidikan dan BKD untuk ditindak lanjuti sesuai Peraturan Pemerintah tentang disiplin dan etika sebagai PNS, “ungkap Safrizal Ahmadi. 

Setelah diberikan pengarahan dan didata, selanjutnya dihubungi dan didatangi pihak keluarga, ujar Safrijal.(Ari)

Ayo Berikan Rating Terbaik pada tulisan ini 🙂


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Berita Informasi Terupdate, Teraktual dan Terkini Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca