DomaiNesia
DomaiNesia

H. Adri: Operasional Roro Sudah 24 Jam, Namun Sejumlah Masalah Ini Perlu Perhatian

  • Bagikan

BENGKALIS-Operasional armada penyeberangan Roro Bengkalis saat ini sudah berjalan selama 24 jam. Begitu juga dengan mekanisme yang ada di penyebrangan tersebut juga sudah adanya peningkatan. Namun terlepas dari hal itu, untuk menyeberang ke ibu kota Kabupaten Bengkalis dari Duri (Mandau) masih membutuhkan waktu lumayan lama, yaitu sekitar 7 atau 10 jam.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis H. Adri SE kepada media ini Selasa sore (13/7/21) melalui pesan singkat WhatsApp miliknya.


Bantu Subscribe Channel Kami ya....

“Operasional roro sudah beroperasi 24 jam. Tapi untuk mendapatkan ibu kota Kabupaten Bengkalis dari Duri-Mandau, membutuhkan waktu 7 sampai 10 jam juga. Hal ini tentunya perlu manajemen tata kelola yang lebih baik kedepannya. Akar persoalan sepertinya bukan masalah jam operasional, tapi masalah ketersediaan jumlah armada Roro yang siap beroperasi,”katanya.

Menurutnya, jumlah Roro yang ada berkisar 5-6, namun terlihat yang beroperasi saat ini hanya ada 3. Menurutnya hal ini tentu kurang maksimal. Sehingga sejumlah antrian yang lama pun tak dapat terelakkan. Sehingga Terkait hal management pun menjadi pertanyaan.

“Jumlah mungkin sudah banyak (5-6 roro),, tapi kalau yang beroperasi hanya 3 Roro, jadi tentunya hal ini kurang maksimal. Belum lagi antrian Roro di Pakning menuju Bengkalis. Lumayan lama. Perlu roro yang lebih layak (sehat dan tersedia untuk berlayar). Kemudian menurut saya, perlu schedule maintenance yang baik. Sehingga ada jaminan jumlah minimum Roro yang beroperasi setiap saat. Kemarin ada juga hal yang sangat memperihatinkan, mulai nganti jam 2 siang, baru nyebrang sekitar jam 10 malam. Hari ini udah ngantri 2 jam,, tapi belum ada tanda-tanda Roro yang masuk,, apakah kejadian minggu kemaren akan terulang lagi. Jadi saya harapkan hal ini segera menjadi perhatian pihak terkait,”jelasnya.

Tentunya hal ini perlu perhatian lebih, demi kelancaran masyarakat berlalu lalang ketika ada urusan di ibu kota Kabupaten Bengkalis. Pertanyaannya, menyerah dengan keadaan, atau pasrah dengan ketidakmampuan yang jelas membuat masyarakat jadi susah.(BN)



banner
  • Bagikan
DomaiNesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//glugreez.com/4/3802902